Ratusan Pelajar Surabaya Salat Gaib Kenang Istri Bung Tomo

Amaluddin    •    Kamis, 01 Sep 2016 17:18 WIB
obituari
Ratusan Pelajar Surabaya Salat Gaib Kenang Istri Bung Tomo
Ratusan siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang, Surabaya, menggelar salat untuk Sulistina Sutomo, Kamis, 1 September 2016. Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Ratusan siswa/siswi SMP Muhammadiyah 5 Pucang, Surabaya, Jawa Timur, melakukan salat gaib untuk istri pahlawan nasional Sutomo atau Bung Tomo, Sulistina Sutomo, di Musala sekolah tersebut di Jalan Pucang Taman I Nomor 2, Kamis, 1 September 2016. 

Salat gaib itu digelar sebagai bentuk penghormatan dan turut berduka cita atas kepergian istri pahlawan 10 November ini.

Setelah itu, para siswa memberikan kado kain ikram ke bingkai foto Sulistina. Kado kain ikram itu disematkan siswa mengingat Bung Tomo meninggal saat menunaikan ibadah haji di Padang Arafah pada 7 Oktober 1981. Sedangkan meninggalnya sang istri terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni 12 hari menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah.

Selain memberi kain ikram, siswa juga memajang foto almarhumah Sulistina Sutomo. Foto kuno itu bergambar pasangan Sutomo-Sulistina saat masih muda dan foto rumah radio Bung Tomo di Jalan Mawar, Surabaya.

"Meski sekarang Bung Tomo dan istrinya serta rumah radio sudah tidak ada, semoga semangat dan cita-cita beliau tetap abadi dan terus menggema di Surabaya. Selamat jalan ibu Hj Sulistina Sutomo semoga khusnul khotimah," kata Kaur Ismuba SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Muhammad Ari Faizil.

Menurut Ari, salat gaib yang digelar di sekolahnya bukan yang pertama. Kegiatan ini sering dilakukan ketika ada salah satu wali murid meninggal. Salat gaib kali ini dikhususkan bagi ibu bangsa.

Sulistina wafat pada usia 91 tahun pada Rabu, 31 Agustus pukul 01.42 WIB. Sebelum meninggal, almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto di Jakarta, karena sakit paru-paru.

Jenazah Sulistina dibawa ke Surabaya untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Ngagel Rejo. Di tempat itulah Bung Tomo juga dimakamkan. Jenazah Sulistina dimakamkan di samping makam Bung Tomo.

Bung Tomo adalah pahlawan yang terkenal karena perannya membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan Pertempuran 10 November 1945. Pertempuran itu hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Bung Tomo lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 dan meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, pada 7 Oktober 1981. Gelar pahlawan nasional diberikan kepada Bung Tomo bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2008.


(UWA)