Kuasa Hukum Taat Pribadi Mengaku Mengonsumsi Sabu untuk Melepas Penat

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Senin, 31 Oct 2016 15:46 WIB
dimas kanjeng taat pribadi
Kuasa Hukum Taat Pribadi Mengaku Mengonsumsi Sabu untuk Melepas Penat
Ilustrasi penangkapan tersangka - Ant - M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Surabaya: Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, membekuk Andi Faisal, kuasa hukum tersangka kasus penipuan dan pembunuhan Taat Pribadi. Andi mengaku mengonsumsi sabu-sabu untuk melepas penat.

Wakil Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton Prasetya mengatakan penangkapan dilakukan pada Sabtu 29 Oktober. Andi ditangkap di sebuah hotel di Surabaya. Beberapa jam sebelum dibekuk, Andi menemani istri Taat Pribadi menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim.

Andi, kata Anton, dibekuk bersama seorang temannya berinisial AA, pria berusia 28 tahun. Saat dibekuk, Anton dan AA tengah menikmati pesta narkoba.

"Sebelum pakai sabu, tersangka usai mendampingi istri Taat Pribadi di Polda Jatim," kata Anton di Mapolresta Surabaya, Senin (31/10/2016).

Anton mengatakan Andi hanya pengguna, bukan pengedar. Andi mengaku menggunakan sabu hanya untuk melepas penat.

Andi mengaku baru sekali mengonsumsi sabu dalam setahun terakhir. Andi mendapat barang haram tersebut dari seseorang di Pasuruan.

"Sekarang kami dalami siapa pemasok dari Pasuruan itu," ungkap dia.

Dalam penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa 1,18 gram, tujuh unit telepon seluler, dan seperangkat alat hisap atau bong.

Taat Pribadi merupakan pemimpin padepokan di Probolinggo. Polda Jatim menetapkan Taat Pribadi sebagai tersangka kasus pembunuhan yang terjadi pada dua pengikutnya.

Seiring waktu berjalan, Polda mendapat laporan dari beberapa warga yang mengaku ditipu Taat Pribadi. Modus penipuan yaitu penggandaan uang.

Polda Jatim membekuk Taat Pribadi pada pertengahan September 2016. Polda pun mendalami kasus pembunuhan dan penipuan yang menjerat Taat Pribadi.


(RRN)