Pemkot Surabaya Kirim Bantuan ke Sulteng

Amaluddin    •    Rabu, 03 Oct 2018 14:13 WIB
Gempa Donggala
Pemkot Surabaya Kirim Bantuan ke Sulteng
Petugas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat melakukan packing barang bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu, dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengemas bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu, dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu, 3 Oktober 2018. Rencananya, bantuan tahap pertama itu akan dikirim pada, Jumat, 5 Oktober 2018.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan barang bantuan itu akan dikirim ke Palu dengan moda transportasi laut. Kata Eddy, bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari masyarakat dan pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya.

"Pengiriman barang bantuan akan menggunakan Kapal Meratus, dengan estimasi perjalanan sekitar 2-3 hari. Namun kalau misal kapal tidak datang (Meratus) kita akan menggunakan Kapal Pelni dan berangkat tanggal 7 Oktober," kata Eddy, di sela memantau jalannya packing barang bantuan di lobby Balai Kota Surabaya.

Barang bantuan tahap pertama itu, yaitu terdiri dari beras 5 ton, mie instan 2.000 dus, obat-obatan, genset 10 unit 4.500 volt, gergaji senso dua unit, roti kering/biskuit 1.000 box, pembalut wanita, sarung, kaos baru, susu balita, 200 lembar kain kafan, 200 kantong jenazah, dan tenda dua unit. 

"Nanti kita koordinasikan dengan BPBD Kota Palu terkait pendistribusian di sana," katanya.



Tak hanya bantuan barang, Pemkot Surabaya juga bakal mengirimkan bantuan berupa tenaga sebanyak 28 orang. Rencananya, mereka akan berangkat menggunakan moda transportasi udara pada Jumat pagi. 

"Mereka terdiri dari tiga orang dokter, dan lima perawat. Dan sisanya anggota Satpol-PP, Petugas PMK, Linmas, dan petugas pemakaman dari DKRTH," ujarnya.

Menurutnya, 28 petugas itu nantinya akan berada di lokasi bencana selama sepekan. Mereka akan membantu kebutuhan tenaga di Palu. "Para petugas juga dibekali dengan beberapa peralatan untuk menunjang kebutuhan di lokasi bencana. Nanti yang dicari teman-teman itu, yang lokasi jangkauannya sulit. Kita juga bawa pacul, arit, dan pisau komando, untuk peralatan teman-teman di sana," kata Eddy.



(ALB)