Kejari Sidoarjo Mediasi Proyek Pembangunan Kelas Bermasalah

Syaikhul Hadi    •    Senin, 17 Dec 2018 19:33 WIB
pencuriankasus penggelapan
Kejari Sidoarjo Mediasi Proyek Pembangunan Kelas Bermasalah
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sidoarjo Idham Khalid. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Kejaksaan Negeri Sidoarjo memediasi permasalahan pembangunan SDN Wadungasri Waru, Sidoarjo. Pelaksana proyek pembangunan sebelumnya dilaporkan ke Polda Jatim atas dugaan penipuan dan penggelapan, dan kini sudah dilimpahkan ke Mapolresta Sidoarjo.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sidoarjo Idham Khalid mengatakan pertemuan berlangsung dan dihadiri Dinas Pendidikan Sidoarjo yang diwakili Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), rekanan pemenang tender (CV Sidorejo), pemilik modal dan penyuplai barang. Dia menyebut seluruh pihak harus mengikuti seluruh proses hukum yang sudah berjalan.

"Kita hormati penyidikan yang sedang berlangsung di Polres," ujar Idham Khalid usai mediasi, Senin, 17 Desember 2018.

Beberapa proyek pembangunan sekolah didampingi Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Sidoarjo. Salah satunya, SDN Wadungasri (Waru) dan SDN Bareng Krajan (Krian).

Baca: Disdik 'Kapok' Tangani Proyek Bangun Gedung Sekolah

Belakangan, pembangunan tersebut sempat terhenti lantaran penyuplai barang dan pemilik modal merasa dirugikan oleh Pelaksana Pembangunan. "Dalam pendampingan itu tidak semua diawasi. Yang diawasi dan evaluasi yang berkaitan dengan hal-hal strategis dalam pelaksanaan proyek," jelasnya.

Disinggung soal proyek pembangunan tersebut, pihaknya menyatakan bahwa proyek yang dikerjakan sejak pertengahan Juni 2018 lalu belum seluruhnya rampung. Padahal, proyek yang didanai APBD senilai Rp468,25 juta tersebut harus rampung pada 15 Desember 2018.

"Dua proyek tersebut belum rampung sampai masa kerjanya habis. Di SDN Bareng Krajan kurang 20 persen, dan SDN Wadungasri kurang 28 persen," tambahnya.

Baca: Proses Hukum Dugaan Pembangunan SDN Wadungasri Dimulai

Budiono, selaku pemilik modal pengerjaan proyek, hanya berharap persoalan ini bisa segera selesai. Dia ingin tanggungan modal darinya bisa segera terbayar.

"Harapan kami tentu seperti awal, tanggungan ke kami segera dibayar," ujar Budiono usai mengikuti mediasi di Kejaksaan Negeri Sidoarjo.


(SUR)