Pesona Kirab Keris di Sumenep Memukau Turis Mancanegara

Rahmatullah    •    Senin, 17 Sep 2018 19:43 WIB
wisata budaya
Pesona Kirab Keris di Sumenep Memukau Turis Mancanegara
Kirab pusaka keraton di Sumenep, Senin, 17 Agustus 2018, Medcom.id - Rahmat

Sumenep: Turis mancanegara benar-benar terpukau dengan kirab pusaka yang digelar di Keraton Sumenep, Jawa Timur, Senin, 17 September 2018. Ada yang mengabadikan momentum tersebut menggunakan kamare telepon seluler. Mereka terlihat manggut-manggut melihat proses pengembalian pusaka Keraton itu ke tempatnya setelah dibersihkan di tempat berbeda.

Minggu kemari, 16 September 2018, sejumlah keris keraton itu dibersihkan di Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi. Warga setempat menyebut pembersihan itu dengan jamas. Proses penjamasan dipimpin salah satu empu tertua di desa tersebut. Ritual pembersihan keris semacam itu biasa dilakukan tiap tahun, yaitu ketika masuk bulan Muharam. Harapannya agar pamor keris tidak memudar.

Tidak hanya empu yang iring-iringan membawa pusaka dari depan Masjid Agung hingga Keraton dalam kirab pusaka tersebut. Ratusan warga Desa Aeng Tongtong juga ikut di belakangnya. Tidak hanya keris yang dibawa, tapi juga tombak. Mereka disambut Bupati Sumenep A Busyro Karim, Wabup Sumenep A Fauzi, Sekdakab Edy Rasiyadi. Anggota Forpimda dan beberapa Kepala OPD juga terlihat menyambut iring-iringan tersebut.

Bupati Busyro mengatakan kirab pusaka keraton diadakan untuk mengenal dan mengenang sejarah Sumenep. Terkait penjamasan pusaka, dia mengatakan sudah dilakukan sejak masa kerajaan tempo dulu.  

“Kegiatan tersebut harus tetap dilakukan hingga kapan pun,” kata Busyro.

Selain itu, Busyro mengungkapkan keris merupakan simbol kejayaan dan kekuatan ekonomi. Dia juga menyebut keris simbol perjuangan. Bahkan Presiden Pertama RI, Soekarno, disebut tidak lepas dari keris. Karenanya, dia berharap jamas tersebut bakal mengembalikan kejayaan keris di masa lampau.

Yang paling penting keris dikatakan bisa memperkuat ekonomi, sehingga kesejahteraan masyarakat terangkat. Kata Busyro, harga keris saat ini mencapai puluhan juta rupiah. Ada yang seharga Rp15 juta, ada juga seharga Rp20 juta, bahkan harganya juga bisa tembus Rp35 juta. Selain itu juga memperkuat program Visit Sumenep 2018.

“Keris punya nilai ekonomi tinggi, sehingga masa keemasan keris harus dikembalikan,” ungkap mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu.


(RRN)