Jembatan Widang Kerap Dilewati Pemudik Lebaran

Rizal Pahlevy, Amaluddin    •    Rabu, 18 Apr 2018 17:14 WIB
jembatan rubuh
Jembatan Widang Kerap Dilewati Pemudik Lebaran
Pekerja memotong truk yang jatuh akibat Jembatan Cincin Lama di Widang, Tuban, ambruk, Rabu, 18 April 2018, Metro TV - Rizal Pahlevy

Surabaya: Jembatan Cincin Lama di Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur, merupakan jalur utama di kawasan pantai utara saat musim mudik. Jembatan tersebut ambruk pada Selasa, 17 April 2018, mengakibatkan pengendara tak bisa mengakses jalur tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin mengatakan jembatan itu merupakan akses utama yang menghubungkan Tuban dengan Lamongan. Jalur tersebut kerap digunakan di musim mudik lebaran.

"Tidak ada jalur alternatif. Jadi pengendara harus memutar lewat jalur pantura dari Tuban ke Brondong, Lamongan. Kira-kira itu solusi sementara," kata Kapolda di Surabaya, Rabu, 18 April 2018.

Baca: Polisi Klarifikasi Jumlah Korban Tewas Jembatan Widang

Machfud mengatakan petugas gabungan masih mengevakuasi kendaraan yang jatuh saat jembatan ambruk. Kendaraan terdiri dari 1 dump truck bermuatan limbah smelter, 2 truk bermuatan pasir, dan satu sepeda motor. Empat kendaraan jatuh ke Sungai Bengawan Solo.

"Beratnya ketiga truk total mencapai 54 ton, masing-masing truk seberat 18 ton. Supaya ringan, mau tidak mau ya truknya harus dipotong. Kalau sekiranya tidak mengganggu terhadap kekuatan jembatan, ya enggak usa dipotong," kata Machfud.

Machfud berharap proses evakuasi bangkai kendaraan yang ikut terjatuh saat jembatan ambrol dapat berjalan dengan lancar. Sehingga, lanjut dia, pihak berwenang bisa segera memperbaikinya, mengingat jalur utama itu akan digunakan arus mudik lebaran.

"Informasinya solusi sementara akan dibangun jembatan Beli, ini untuk bisa menjadi alternatif sementara, dan itu bisa dibangun dengan kurun waktu satu bulan. Sehingga bisa digunakan untuk arus mudik nantinya," katanya.

Menurut Machfud, ambruknya Jembatan Widang yang merupakan jalan negara itu tidak bisa diprediksi. Kata Machfud, pihak yang bisa berkomentar lebih lanjut terkait masalah itu adalah dari ahli konstruksi atau Dinas Pekerjaan Umum.

Machfud menduga jembatan tersebut ambruk merupakan hal wajar karena kondisinya sudah rapuh. Sebab jembatan penghubung dua kabupaten itu, yakni Tuban dan Lamongan berusia sekitar 20 tahun lamanya. 

"Itukan barang lama sudah tua. Kecuali baru dibangun terus ambruk, tapi itu barang sudah lama. Mestinya perawatannya benar-benar diperbaiki," katanya.

Sementara itu, polisi mengalihkan lalu lintas dari Tuban menuju pesisir Pantura Lamongan ke Gresik. Sedangkan kendaraan dari Lamongan menuju Tuban dialihkan melewati Bojonegoro.


(RRN)