Lima Tersangka Kasus Korupsi Trek Sepeda di Sidoarjo Ditahan

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 05 Apr 2018 23:22 WIB
kasus korupsi
Lima Tersangka Kasus Korupsi Trek Sepeda di Sidoarjo Ditahan
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Sidoarjo: Lima tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan trek sepeda ekstrem Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sidoarjo ditahan. Kelimanya ditahan usai diperiksa empat jam usai pelimpahan tahap II dari penyidik Polresta Sidoarjo.

Kelima yaitu mantan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahrag Mulyadi (selaku Pejabat Pembuat Komitmen), Martono (konsultan perencana PT Indra Kila), Usman (pimpinan CV Sinar Cemerlang (selaku pemenang tender), serta Hadi Putranto dan Deny (pelaksana proyek urukan).

"Setelah dilakukan pemeriksaan, kelimanya langsung kami tahan di Lapas klas IIA Sidoarjo," ujar Kasie Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sidoarjo Adi Harsanto, Kamis, 5 April 2018.

Kelima tersangka ditahan karene dikhawatirkan melarikan diri hingga menghilangkan barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan tersangka, ada beberapa pekerjaan proyek senilai Rp1,79 miliar yang tidak bisa terselesaikan dengan baik. Akibatnyam negara rugi Rp578 juta.

"Padahal pembayaran sudah dilakukan. Tapi pekerjaannya belum selesai. Selanjutnya, kami akan mempersiapkan berkas untuk penuntutan untuk segera disidangkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi," tegasnya.

Mereka akan ditahan selama 20 hari ke depan untuk mempersiapkan berkas penuntutan. Meski begitu, pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan berkas tersebut.

"Kemungkinan bisa diperpanjang. Tapi target kita satu minggu ke depan," tandasnya.

Penyidik Polresta Sidoarjo sebelumnya melimpahkan berkas tahap II yakni barang bukti dan lima tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan track sepeda Ekstrem dikawasan Lingkar Timur Sidoarjo. Kasus yang mencuat sejak 2016 lalu, kini siap untuk disidangkan ke Pengadilan Tipikor.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 dan pasal 3 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan  Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun atau seumur hidup.


(SUR)