Penyebab BPJS Kesehatan Sidoarjo Defisit

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 27 Sep 2018 19:27 WIB
bpjs kesehatan
Penyebab BPJS Kesehatan Sidoarjo Defisit
Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Sidoarjo, Dody Widodo. Medcom.id/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Sidoarjo, Jawa Timur, mengungkap beberapa faktor penyebab defisit anggaran program Jaminan Kesehatan Nasional. Salah satunya, tunggakan sebagian besar total peserta mandiri.

"Tunggakan peserta mandiri yang mencapai 70 persen dari jumlah peserta mandiri yang ada di Sidoarjo," ucap Kabid SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Sidoarjo, Dody Widodo, Kamis, 27 September 2018.

Alasan lain yaitu banyaknya penyakit katastropik yang ditanggung. Di antaranya penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke dan leukimia.

"Penyakit katastropik memang banyak, saya lupa datanya, dan mau enggak mau tetap kita jaminkan," kata Dody.

Baca: BPJS Sidoarjo Gelontorkan Rp60 Miliar untuk Tagihan Bulanan

Total iuran yang masuk tak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan oleh BPJS. Pemasukan itu didapat dari masing masing segmen, baik dari pegawai swasta, Peserta mandiri, Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) dan Penerima Bantuan Iuran Nasional (PBIN).  

Sekitar 1.4 juta jiwa menjadi Peserta BPJS Kesehatan Sidoarjo. Rinciannya 446 ribu pegawai swasta, 354 ribu peserta mandiri, 18 ribu PBID, dan 423.079 PBIN.

"Tidak memungkinkan, makanya ada suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp4,9 triliun sebagai opsinya," tambah Dody.


(SUR)