Permintaan Trombosit di Malang Meningkat

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 18 Feb 2016 12:40 WIB
stok darah
Permintaan Trombosit di Malang Meningkat
Staff Unit Transfusi Darah menunjukkan Stok trombosit di ruang pemisahan komponen darah PMI Kabupaten Malang.

Metrotvnews.com, Malang: Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang, Jawa Timur, menerima banyak permintaan trombosit dari warga sejak musim demam berdarah dengue (DBD) menyerang.

Kepala Bagian Pelayanan UTD PMI Kabupaten Malang Sri Hartami mengatakan, permintaan komponen trombosit antara Desember dan Januari terjadi perbedaan besar. Pada Desember 2015 permintaan hanya 28 kantong, namun pada Januari 2016 permintaan meningkat drastis, mencapai 102 kantong.

"Tapi stok kami masih cukup untuk mendukung permintaan warga. Stok darah secara keseluruhan aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Sri kepada Metrotvnews.com, di UTD PMI Kabupaten Malang, Jalan Panji Kepanjen, Kamis (17/2/2016).

Stok darah di PMI Kabupaten Malang, sementara sebanyak 53 kantong. Kemudian jumlah sel darah merah sebanyak 633 kantong, trombosit 14 kantong, dan plasma beku 31 kantong. Jumlah tersebut sudah digabung dari masing-masing golongan darah A, B, O, dan AB.

"Stok darah itu bisa berganti tiap jamnya. Jadi jam sekarang berjumlah itu. Nanti kalau datang lagi stok darah kan bisa bertambah, dan saat ada warga butuh berarti akan berkurang," jelas Sri.

Untuk Trombosit, Sri mengaku tidak dapat menyetok terlalu banyak karena hanya berusia 4 hari. Sehingga, saat stok terlalu banyak dan tidak digunakan, akan kedaluwarsa. Terlebih, pembuatan trombosit harus dari darah segar yang diambil tidak lebih dari 6 jam.

"Permintaan trombosit itu kami sesuaikan dengan surat dari dokter rumah sakit yang membutuhkan," pungkas Sri.


(MEL)