Koruptor Layak Dihukum Mati

Amaluddin    •    Kamis, 18 Oct 2018 18:40 WIB
kasus suapkasus korupsi
Koruptor Layak Dihukum Mati
Maruli Hutagalung saat menjadi pembicara seminar pemberantasan korupsi yang digelar "Asian Law Student Association" (ALSA) di Unair Surabaya. Medcom.id/Amaluddin

Surabaya: Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung menyebut budaya korupsi di Indonesia sudah menjadi hal biasa. Perlu langkah keras dan ekstrem untuk mencegah korupsi nan merajalela di Tanah Air.

"Punya keberanian untuk berantas korupsi saja tidak cukup, jadi harus didukung dengan sistem dan hukuman yang berat," kata Maruli di Surabaya, Kamis, 18 Oktober 2018.

Caleg DPR RI asal NasDem itu berharap pemerintah dan penegak hukum memperberat hukuman bagi para koruptor. Maruli menilai hukuman bagi koruptor di Indonesia masih ringan sehingga membuat rakyat kecewa.

"Para koruptor layak dihukum mati, sehingga ke depannya tidak terulang korupsi di negeri ini," ujarnya.

Maruli juga berharap penegak hukum tidak memberi fasilitas nyaman terhadap koruptor. Misalnya, koruptor di Indonesia mendapat ruang tahanan, tempat tidur bagus.

"Harusnya para tahanan koruptor tidak diberi kesempatan dalam fasilitas, biar jera," ujarnya.

Berdasarkan data ICW, kata Maruli, ada 139 kasus korupsi dengan 351 tersangka sepanjang semester pertama tahun 2018. Nilai kerugian negara mencapai Rp1,09 triliun, termasuk nilai suap Rp42,1 miliar.




 


(SUR)