Banyuwangi Punya Ambulans Khusus Hewan

Amaluddin    •    Kamis, 25 Oct 2018 19:01 WIB
peternakan
Banyuwangi Punya Ambulans Khusus Hewan
Ambulans Khusus Hewan Peliharaan dan Ternak. Dok: Humas Pemkab Banyuwangi

Banyuwangi: Dinas Pertanian Banyuwangi membuka layanan ambulans khusus untuk hewan, baik peliharaan maupun ternak. Selain akan keliling rutin, ambulans ini membuka layanan panggilan via telepon bagi warga yang hewan ternaknya sakit.  

Ambulans tersebut berupa kendaraan minibus yang dimodifikasi layaknya ambulans biasa. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan perlengkapan dan penanganan medis di tempat.

"Ambulans ini untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat dan peternak di Banyuwangi. Saya minta kendaraan ini lebih banyak mobile ke peternakan, untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi peternak," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam rilisnya yang diterima Medcom.id, Kamis, 25 Oktober 2018.

Ambulans juga dilengkapi berbagai fasilitas peralatan medis, dokter hewan, tenaga kesehatan, serta obat-obatan untuk kesehatan hewan. Penanganan kesehatan hewan diharapkan semakin cepat dan tepat, untuk meminimalisir kerugian peternak.

"Apabila masalah kesehatan hewan ternak bisa segera diatasi, maka akan menghindari kerugian yang lebih besar bagi peternak," kata Anas.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan ambulans kesehatan hewan itu merupakan pelayanan khusus dari Rumah Sakit Rintisan Hewan Banyuwangi.

"Tidak hanya hewan ternak saja, tapi juga hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, iguana, dan hewan peliharaan lainnya. Ambulan ini juga melayani proses persalinan hewan ternak seperti sapi dan kambing," kata Arief.

Bagi hewan yang bisa ditangani di lokasi, akan langsung ditangani oleh dokter hewan dan petugas medis di tempat. Bagi hewan yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, langsung dibawa ke rumah sakit hewan setelah mendapat penanganan awal.

"Ambulan ini juga untuk laboratorium produk peternakan. Seperti meneliti kondisi daging, susu, kualitas hati, dan lainnya. Ini untuk menjaga kualitas sebelum produk-produk peternakan tersebut beredar di pasar," kata Arief.


 


(SUR)