Pelempar Paving Block Belum Tertangkap, Warga Kian Resah

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 30 Aug 2016 13:11 WIB
kriminalitas jalanan
Pelempar <i>Paving Block</i> Belum Tertangkap, Warga Kian Resah
Lokasi pelemparan paving block di Sidoarjo, Jawa Timur (Foto: MTVN/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Warga Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, masih resah atas aksi pelemparan paving block yang menelan korban jiwa. Hingga kini, polisi belum menangkap pelaku.

"Warga masih resah karena tindakan seperti itu bisa mengancam keselamatan siapa pun. Baik pengendara, maupun masyarakat Sarirogo itu sendiri," kata Kepala Desa Sarirogo Eko Prabowo saat ditemui Metrotvnews.com di kantornya, Selasa (30/8/2016).

Baca: Pelemparan Paving Block Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan di Sidoarjo

Dalam beberapa bulan terakhir, tiga titik di Sidoarjo menjadi lokasi pelemparan paving block. Kejadian pertama di Jalan Raya Sarirogo, Kecamatan Kota Sidoarjo. Saat itu, tokoh agama KH M Mustofa yang menyetir melewati jalan itu. Potongan paving block mengenai kepalanya hingga mobil menabrak penerangan jalan. Warga sempat membawa korban ke rumah sakit. Dua hari kemudian, korban meninggal.

Kejadian kedua di kawasan Desa Sukolegok, Kecamatan Sukodono. Seorang penjual tahu, Zaenal Arifin, 35, dilempar paving block oleh orang tak dikenal, pada Kamis 11 Agustus. Zaenal harus menjalani operasi karena patahan paving block mengenai tulang rahangnya.

Terakhir, pelemparan terjadi di kawasan Jalan Tol Sidoarjo-Malang kilometer 29, tepatnya di bawah Jembatan Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo, selama dua hari berturut-turut. Empat mobil dan satu truk pengangkut sepeda motor dilempar paving block.

"Sampai sekarang masih belum tertangkap pelakunya," kata Eko. 
Kepala Desa Sarirogo Eko Prabowo (Foto: MTVN/Syaikhul Hadi)
Meski demikian, polisi sudah mendirikan pos pengawas di lokasi pelemparan paving block. Namun, warga tetap mewaspadai aksi pelemparan susulan dengan memasang empat unit CCTV.

"Takutnya terjadi lempar susulan. Makanya, warga masih mengaku resah dengan kejadian tersebut," ujar dia.

Kepala Polres Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir mengaku hingga kini pihaknya belum menangkap pelaku. Kepolisian masih menelusuri kasus ini dan segera menangkap pelaku. 

"Kalau yang di Desa Sarirogo dan Kecamatan Candi masih belum tertangkap. Tapi untuk pelaku di Desa Sukodono sudah tertangkap," kata AKBP Muhammad Anwar Nasir. 

Anwar mengaku sudah mengantongi identitas pelaku. Namun, ia enggan menyebutkan untuk memudahkan penangkapan.

"Kalau disebutin, nanti pelakunya bisa lari. Secepatnya akan kami lakukan penangkapan," pungkas dia.


(TTD)