Mendagri Minta Bakal Calon Kepala Daerah Menjaga Etika

Amaluddin    •    Selasa, 28 Nov 2017 13:03 WIB
pilgub jatim 2018
Mendagri Minta Bakal Calon Kepala Daerah Menjaga Etika
Mendagri Tjahjo Kumolo usai membuka Rapat Pimpinan KPU RI di Surabaya, Senin, 27 November 2017, MTVN - Amal

Surabaya: Dua bupati mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018. Keduanya yaitu Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berpesan kepada kedua bakal calon wakil gubernur Jawa Timur itu.

Tjahjo menekankan etika dalam pilkada. Termasuk menerima pinangan dari partai lain untuk diusung dalam pilkada.

Tjahjo menilai, saat ini terjadi aksi pembajakan dalam pemilihan bakal calon. Masalah itu muncul di beberapa provinsi yang melaksanakan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Serentak 2018. Tjahjo menganggap hal tersebut wajar.

"Tapi, buat apa ada kaderisasi, diklat calon kepala daerah, pilkada, lalu kemudian dibajak. Dimana kebanggaannya terhadap partai politik?Etikanya dimana? Ini kembali pada etika," kata Tjahjo usai membuka rapat pimpinan komisi pemilihan umum seluruh Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin malam, 27 November 2017.

Tjahjo mengingatkan kepala daerah yang masih menjabat tak perlu mundur saat mencalonkan diri menjadi gubernur-wakil gubernur. Kecuali, kepala daerah tersebut maju di pemilihan gubernur di provinsi lain.

"Tapi itu bergantung pada individunya," lanjut Tjahjo.

Bila ingin mundur, kepala daerah mengajukan status tersebut ke Mendagri. Sementara menteri mengajukan pengunduran diri ke Presiden.

Tjahjo juga meminta warga dan pemerintah daerah menghindarkan politik uang selama pelaksanaan Pilkada 2018. Ia meminta Bawaslu dan kepolisian menindak tegas pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada.

“Harus adu program dan konsep bagaimana membangun daerah bebas dari ujaran kebencian dan SARA,” kata dia.

Hingga berita ini dimuat, dua pasang bakal calon muncul dalam Pilgub Jatim 2018. Pertama, Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas. Saifullah kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jatim. Anas menjabat sebagai Bupati Banyuwangi. Pasangan itu mendapat dukungan dari PDI Perjuangan dan PKB.

Pasangan kedua yaitu Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Keduanya mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan Partai Golkar. Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Hanura sampai sekarang belum mendeklarasikan dukungan kepada pasangan itu.

Saifullah merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang lekat dengan PKB. Khofifah adalah Menteri Sosial, juga Ketua Umum Muslimat NU. Adapun Anas dan Emil berstatus sebagai kader PDI Perjuangan. Hanya saja Emil menerima pinangan untuk mendampingi Khofifah, bertolak belakang dengan partainya yang mengusung Saifullah-Anas. 



(RRN)