Ribuan Massa di Jombang Dukung Kemerdekaan Palestina

Nurul Hidayat    •    Minggu, 17 Dec 2017 09:54 WIB
palestina israel
Ribuan Massa di Jombang Dukung Kemerdekaan Palestina
Aksi Doa Bersama Peduli Palestina di Bundaran Ringin Contong, Jombang. Foto: Medcom.id/Nurul Hidayat

Jombang: Ribuan massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Palestina menggelar doa bersama peduli Palestina di Bundaran Ringin Contong, Jombang, Jawa Timur.

Pantauan Medcom.id, perwakilan dari puluhan organisasi masyarakat yang ada di seluruh Jawa Timur, meliputi GP Ansor, PMII, HMI, Pagar Nusa, KAHMI, Korkam, Banser, IPNU, IPPNU serta ormas-ormas lintas agama lain.

Aksi yang dimulai pada pukul 06.00 WIB. Diawali doa bersama, istighosah serta pembacaan sikap dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Massa juga mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui sepihak Yerusalem adalah Ibu Kota Israel.

"Ini bentuk reaksi dari pidato presiden Amerika, Donald Trump. Serta mendukung penuh kemerdekaan rakyat Palestina," ujar Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Jombang, Zulfikar Damam Ikhwanto, saat ditemui disela-sela acara, Minggu, 17 Desember 2017.


Aksi Doa Bersama Peduli Palestina di Bundaran Ringin Contong, Jombang. Foto: Medcom.id/Nurul Hidayat

Selain aksi doa bersama, juga dilakukan penandatanganan pernyataan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan mendesak Presiden Donald Trump untuk mencabut pernyataan kotroversialnya.

“Peryataan sikap ini nantinya akan kita kirimkan kepada Komjen Amerika Serikat yang ada di Surabaya, dan akan kita kawal penuh penyerahan peryataan sikap ini melalui Forkopimda Jombang,” Imbuhnya.

Terpisah, Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Forkopimda Kombang untuk menyampaikan pernyataan sikap tersebut kepada Komjen AS di Surabaya.

“Selain itu kita juga akan mengajak perwakilan dari massa aksi untuk ikut serta dalam penyampaian pernyataan sikap tersebut,” jelasnya.

Agung menyebutkan ada 41 organisasi masyarakat (ormas) berasal dari berbagai elemen lintas agama hadir. Ini membuktikan bahwa konflik yang terjadi di Yerusalem bukan merupakan konflik agama dan lebih kepada konflik sosial yang harus segera diselesaikan.


(SUR)