Penjualan Sapi Kurban di Surabaya Anjlok

Amaluddin    •    Selasa, 29 Aug 2017 17:43 WIB
iduladha 2017
Penjualan Sapi Kurban di Surabaya Anjlok
Sejumlah pedagang sapi di Jalan Aditywarman, Surabaya. (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Pedagang sapi kurban hingga beberapa hari menjelang Iduladha ini mengeluh. Lantaran penjualan sapi sepi, tidak seramai tahun lalu.

Badri, salah satu pedagang sapi di Jalan Adityawarman, Surabaya, mengeluh penjualan sapi tahun ini menurun. Kata dia, daya beli masyarakat tidak sebanyak tahun lalu.

"Biasanya H-2 atau H-3 Iduladha, sapi yang terjual mencapai 100 ekor sapi. Tapi sekarang baru terjual 70 ekor dari 125 sapi yang dijual," kata Badri, di Surabaya, Selasa, 29 Agustus 2017.

Badri merupakan warga asal Kediri, yang setiap tahun mendagangkan sapinya di Surabaya. Ia menjual sebanyak 400 ekor sapi. Dia mendatangkan sapi dari Madura dan Kediri. Sapi tersebut kemudian ia jual di tiga tempat di Surabaya, yakni di Jalan Nginden Semolo, Jalan HR Soekarno, dan Jalan Aditywarman. "Sapi itu dibagi di tiga tempat, yakni masing-masing tempat itu terdapat 125 ekor sapi," ujarnya.

Kondisi yang sepi, menurutnya, membuat pedagang tidak bisa menaikkan harga. Sapi jualannya dibandrol kisaran Rp14 hingga Rp20 juta. Tergantung besar dan kecil sapi tersebut. "Meski harganya relatif murah, penjualan sapi tahun ini menurun," ujarnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab menurunnya penjualan sapi tahun ini. Menurut dia, ada dua faktor penyebab menurunnya penjualan sapi tahun ini, yaitu karena adantya sapi impor oleh pemerintah, dan maraknya penjualan online. "Dua faktor itu jelas mempengaruhi penjualan hewan kurban, mungkin itu penyebabnya," katanya.

Senada juga disampaikan Siswandoko, penjual sapi lainnya. Ia mengaku memiliki 150 ekor sapi yang ia jual. Namun sampai saat ini baru 40 ekor yang terjual. "Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, H-3 Iduladha sudah terjual sekitar 85 ekor sapi. Tapi tahun ini menurun drastis," ujar Siswandoko, ditemui di Jalan Adityawarman.

Bila tidak laku, pria asal Jombang ini mengaku terpaksa harus membawa pulang sapi dagangannya ke kampung. Bagi sapi gemuk, nantinya dagingnya akan dijual timbang (dipotong). Sedangkan sapi yang masih kurus, akan dirawat hingga memiliki berat badan sampai tujuh kuintal. "Daging yang dipotong itu nanti akan dijual ke Jakarta," kata bapak dua anak ini.



(ALB)