Pelaku Lain Kasus Limbah Beracun Terpetakan

Ilham wibowo    •    Senin, 17 Jul 2017 08:55 WIB
pencemaran lingkungan
Pelaku Lain Kasus Limbah Beracun Terpetakan
Kontainer berisi limbah disegel petugas di Surabaya. Foto: Istimewa.

Metrotvnews.com, Surabaya: Polda Jawa Timur telah menyelidiki alur penemuan limbah beracun asal Korea Selatan yang dibuang di saluran air sungai Teluk Lamong, Surabaya. Tersangka lain dalam kasus ini segera terungkap.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, penyelidikan dilakukan mulai dari penerima limbah dalam kemasan empat kontainer itu. Kemudian, proses distribusi telah diselidiki guna mencari tokoh utama dalam kasus ini.

"Penelusuran kami, (limbah) dari Sumatra, Lampung dan sampai ke Surabaya. Ada benang merah yang sudah dikantongi penyidik," ujar Frans dalam Metro Pagi Prime Time, Senin 17 Juli 2017.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim tengah menunggu hasil pengujian sampel limbah tersebut rampung di laboratorium forensik. Menurut Frans, penetapan tersangka lain hanya soal waktu setelah bukti yuridis formal terpenuhi.

"Jadi siapa tersangka dan siapa yang bertangung jawab sudah kami pegang," kata Frans.

Ia menjamin, penegakan kasus hukum ini dilakukan secara proporsional dan terbuka. Penetapan tersangka, kata dia, tidak akan pandang bulu. "Ini komitmen kami mengungkap kasus ini kepada publik. Kasus ini disorot berbagai media bukan hanya nasional tapi internasional melihat," tutur dia.

Sebelumnya, empat kontainer limbah cair asal Korea Selatan disita Kepolisian Resor Kota Besar, Jumat 13 Juli 2017. Satu kontainer limbah sudah dibuang di saluran air yang menuju Sungai Teluk Lamong, Surabaya.

Baca: Polda Jatim Incar Otak Pelaku Kasus Limbah Beracun Korsel

Ada sekitar 10 warga Rusunawa Romokalisari yang dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada Surabaya akibat dari pembuangan separuh isi kontainer yang diduga limbah tersebut. Polisi kemudian menangkap empat pelaku pembuangan limbah B3 di Sungai di kawasan Rusunawa Romokalisari, Surabaya.

Tiga orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing berinisial MF, usia 76 tahun, asal Bungah, Gresik, HS, 49, warga Kebomas, Gresik, KDS, 42, asal Tenggumung Wetan, Surabaya, dan SEC, 38, asal Krembangan Surabaya. Para tersangka dijerat Pasal 104, 105, 107 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


(OGI)