Swasembada Garam Butuh 42 Ribu Hektare Lahan

Rahmatullah    •    Rabu, 30 Aug 2017 19:32 WIB
Swasembada Garam Butuh 42 Ribu Hektare Lahan
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut Indonesia membutuhkan 42 ribu hektare lahan untuk mewujudkan swasembada garam. Kebutuhan nasional 4,2 juta ton garam bisa terpenuhi bila tiap hektare lahan bisa memproduksi 100 ton.

“Itu berdasarkan hitungan kasar. Tapi jika kami hitung lebih bagus dan efisien, bisa 120 ton dikali jumlah lahan itu,” jelas Luhut saat meninjau lahan pegaraman di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, Rabu 30 Agustus 2017.

Luhut menjelaskan swasembada garam itu ditargetkan terwujud tahun 2019 mendatang. Tapi untuk mewujudkan mimpi itu, kerja sama seluruh pihak perlu terjalin. “Jika target swasembada itu terealisasi, kita tidak perlu impor lagi,” terangnya.

Luhut menyebut harga terendah garam akan diatur antara Rp800 ribu hingga Rp900 ribu per ton. Dia menyarankan petani garam langsung menjual garam ke PT Garam untuk mengetahui hasil pasti dari budidaya yang dilakukan.

Seorang petani garam, Ubaidillah, berharap harga garam tinggi. Dengan begitu, petani bisa menikmati hasil kucuran keringat mereka ketika menggarap lahan.

Saat ini, kata dia, harga garam KW 1 Rp1,2 per ton. Sedangkan kualitas KW 2 Rp1 juta per ton. “Kami berharap KW 1 dihargai dua juta, KW 2 seharga dua juta, sedangkan KW 3 satu juta setengah,” harapnya.
 
Ubaid juga berharap penyerapan garam maksimal. Meski belakangan garam dikabarkan langka, tapi garam di wilayahnya justru tak diserap maksimal.
 
(SUR)