Sejumlah Sekolah Negeri di Sampang Minim Pendaftar

   •    Kamis, 06 Jul 2017 19:13 WIB
pendidikan
Sejumlah Sekolah Negeri di Sampang Minim Pendaftar
Ilustrasi daftar sekolah. Foto: Metrotvnews.com/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Sampang: Sejumlah sekolah negeri di Kabupaten Sampang, Jawa Timur minim pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2017. Terbatasnya siswa yang mendaftar lantaran penerapan sistem wilayah atau zonasi.

Sekolah negeri yang minim pendaftar adalah SMA Negeri 4 Sampang. Siswa yang mendaftar hanya sebanyak 10 orang. "Sepinya pendaftar di sekolah ini, karena berada di zona IV, yang notabene berada dalam grup zona persaingan ketat yakni SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Sampang serta SMAN 1 Kedungdung," kata Wakil Kepala SMA Negeri 4 Sampang Ribut Budiono, Kamis 6 Juli 2017.

Oleh karena itu, kata Ribut, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi permasalahan PPDB itu. "Bisa saja nanti para siswa yang tidak lolos seleksi di satu sekolah diarahkan untuk mendaftar ke sekolah lain  yang masih kekurangan siswa," ucap Budiono.

Ia menjelaskan, sebenarnya sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru kali ini agar terjadi pemerataan kualitas di semua sekolah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginginkan agar tidak ada anggapan di kalangan masyarakat bahwa di sekolah tertentu bagus, dan di sekolah lain jelek.

Hanya, saja, sambunga dia, mayoritas masyarakat dan para orang tua calon siswa di Kabupaten Sampang masih menganggap bahwa SMA Negeri 1, 2 dan 3 yang favorit dan bagus, sedangkan sekolah lain jelek. Sehingga, banyak para orang tua yang mendaftarkan diri ke tiga sekolah itu, meski yang bersangkutan berasal dari zona berbeda.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr Saiful Rachman mengungkapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA dan SMK tahun 2017 di wilayah itu memang akan ada perbedaan.

PPDB siswa SMA akan menerapkan zonasi dan diberi batasan kuota 10 persen untuk siswa antar-kabupaten/kota, sedangkan jenjang SMK tanpa zonasi dan batasan kuota siswa lintas daerah ditiadakan. Tiap kabupaten/kota berbeda-beda. Surabaya, misalnya, akan terbagi lima zona, yakni barat, timur, utara, selatan, dan pusat. 

Mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini menambahkan, pilihan dua sekolah itu terdiri atas satu sekolah di dalam zona dan satunya bebas di luar zona. Tapi, dalam satu zona akan diprioritaskan dan posisinya harus pada pilihan pertama.

Sementara untuk pendaftaran SMK yang tanpa zona, prosesnya akan lebih sulit. Untuk masuk ke SMK nanti harus mengikuti tes potensi akademik (TPA), tes fisik, hingga tes kesehatan. Hal itu, karena orientasinya kerja dan perusahaan-perusahaan butuh anak yang sehat. (Antara)



(ALB)