Tiga Fraksi di DPRD Sidoarjo Tolak Gedung Terpadu Berlantai 17

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 27 Jul 2017 16:25 WIB
tata kota
Tiga Fraksi di DPRD Sidoarjo Tolak Gedung Terpadu Berlantai 17
Bagian depan gedung DPRD Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Tiga fraksi di DPRD Sidoarjo, Jawa Timur, menolak rencana pembangunan gedung terpadu berlantai 17. Rencana tersebut dianggap berkesan dipaksakan.

Tiga partai menyuarakan penolakan dalam rapat paripurna pemaparan di DPRD Sidoarjo, Rabu 26 Juli 2017. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah memaparkan rencana pembangunan gedung terpadu tersebut.

Adapun tiga fraksi berasal dari PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Anggota fraksi PDI Perjuangan, Bambang Ritanto mengatakan, alokasi rencana pembangunan gedung yaitu Rp800 miliar.

Baca: Pemkab Sidoarjo Anggarkan Tiga Proyek pada APBD-Perubahan 2017

Bambang mengatakan Sidoarjo belum membutuhkan gedung tersebut. Malah, rencana itu berkesan dipaksakan.

"Ada yang lebih wajib didahulukan dari pada bangun gedung baru, apalagi nilainya besar," kata Bambang di Sidoarjo, Kamis 27 Juli 2017.

Ia mencontohkan pembenahan pelayanan kesehatan. Sidoarjo hanya memiliki satu rumah sakit umum daerah (RSUD). Sedangkan jumlah pasien di rumah sakit sudah berlebihan. 

"Nah, warga yang berada di pinggiran kota lebih banyak berobat ke RS Mojokerto," kata Bambang.

Bambang mendorong pemerintah merealisasikan pembangunan RSUD di wilayah barat. Sehingga warga Sidoarjo tak perlu lagi berobat ke kota lain.

Bangun Winarso, anggota fraksi PAN, juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, Pemkab Sidoarjo masih harus mengurusi banyak pekerjaan rumah.

"Yang paling mendasar (prioritas) untuk diselesaikan adalah kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sampah, revitalisasi pasar, hingga penanganan banjir. Itu harus tuntas dulu, baru yang lain," kata Bangun Winarso.

Bangun mencontohkan banjir yang masih menjadi masalah di Sidoarjo. Setelah hujan, banjir kerap merendam beberapa wilayah, mulai dari perumahan, jalan, hingga sekolah.

"Beberapa gedung sekolah dan fasilitasnya rusak tergerus banjir. Belum lagi jaminan kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Makanya, prioritas seperti ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah," tandasnya.

Dalam pemaparan di depan anggota dewan, Bupati Sidoarjo menyebutkan gedung terpadu bakal memiliki 17 lantai. Rencananya, seluruh SKPD di Sidoarjo bakal menempati gedung yang dibangun di lahan seluas 2,8 hektare tersebut.


(RRN)