Pramuka Adalah Pelebur Kebinekaan

Rahmatullah    •    Senin, 14 Aug 2017 15:39 WIB
hari pramuka
Pramuka Adalah Pelebur Kebinekaan
Peringatan Hari Pramuka ke-56 di Lapangan Bola Desa Jalbudan, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Jawa Timur -- MTVN/Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Pramuka adalah pelebur kebinekaan. Pramuka tidak mengenal sekat politik, daerah, dan agama.

"Kami selalu bekerja keras memberikan yang terbaik bagi kaum muda dan bangsa Indonesia," kata Majelis Pembina Kwartir Ranting (Mabiran) Dasuk Sumarsono saat memimpin apel peringatan Hari Pramuka ke-56 di Lapangan Desa Jalbudan, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Jawa Timur, Senin 14 Agustus 2017.

Sumarsono menjelaskan, gerakan Pramuka adalah penyatuan dari 60 organisasi kepanduan pada masa Presiden Soekarno. Para pandu itu kemudian merintis Sumpah Pemuda pada 1928 dan mendorong proklamasi kemerdekaan.

"Presiden Soekarno melihat potensi dan militansi kepanduan yang perlu dipupuk menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa," terangnya.

Menurut Sumarsono, gerakan Pramuka mampu menyatukan bangsa di tengah banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan. Hal tersebut disokong dengan anggota yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.

Saat ini, lanjut Sumarsono, gerakan Pramuka memiliki tagline `setiap pramuka adalah kantor berita`. Dengan tagline tersebut, anggota pramuka harus lebih aktif dan produktif mengabarkan keadaan di sekitarnya melalui media sosial.

"Setelah memberikan informasi di media sosial, kami langsung bergerak, misal memberikan pertolongan di tempat," tandasnya.


(NIN)