Angka Kematian Ibu dan Bayi Jatim Diklaim Turun

Amaluddin    •    Minggu, 30 Jul 2017 17:10 WIB
ibu dan anak
Angka Kematian Ibu dan Bayi Jatim Diklaim Turun
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Ist)

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengklaim angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) di wilayahnya menurun. Saat ini angkanya untuk kematian ibu sebanyak 91 per 100 ribu kelahiran, sedangkan bayi mencapai 23 per 100 ribu kelahiran.

"Angka kematian di Jatim pernah mencapai 100 lebih per 100 ribu kelahiran. Tapi saat ini angkanya terus menurun 97 ibu," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, di sela menghadiri acara Prenagen Pregnancy Educational Journey (PPEJ) di Gedung Dyandra Convention Centre, Surabaya, Minggu, 30 Juli 2017.

Menurut Gus Ipul, menurunnya AKI/AKB karena bisa diminimalisasi dengan baik. Sosialisasi, pendidikan kesehatan, dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait terus ditingkatkan. "Karena itu ke depan harus semakin menurun dan semoga semakin sedikit," kata Gus Ipul.

Selain upaya pemerintah dibantu pihak-pihak terkait, lanjut dia, upaya menekan AKI/AKB juga harus dilakukan oleh pribadi maupun keluarga. Di antaranya menekan pernikahan dini, terlalu banyak anak, sampai telat mengambil keputusan. 

Selain itu, faktor gizi ibu maupun bayi sejak di dalam rahim menjadi hal penting dan tak boleh terabaikan, terutama menjaga gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan. "Sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun akibat asupan gizi ke anak harus optimal. Sebab jika tidak maka kondisi gizi anak dikhawatirkan buruk dan berpengaruh terhadap kesehatan ibu serta bayinya," katanya.

Gus Ipul berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, sehingga masyarakat terbiasa dengan pola hidup sehat yang berimbas pada tingkat kesejahteraan.

Di Jatim, fasilitas kesehatan terdapat 369 rumah sakit, 964 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), 2.268 Puskesmas Pembantu (Pustu), 3.213 Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) dan 3.900 Pondok Bersalin Desa (Polindes).


(SAN)