BNN Jatim Mengambil Langkah Cepat Mengantisipasi Peredaran PCC

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 15 Sep 2017 15:39 WIB
obat berbahaya
BNN Jatim Mengambil Langkah Cepat Mengantisipasi Peredaran PCC
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Maraknya peredaran obat-obatan berbahaya di kalangan remaja membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur mengambil langkah cepat. Sehingga, kejadian di Kendari, Sulawesi Tenggara tidak terulang.

"Saya sudah menghubungi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jatim agar segera mengambil langkah-langkah. Saya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan baik kabupaten/kota untuk mengawasi peredaran obat-obatan di apotek di wilayah masing-masing," kata Kepala BNN Jatim Brigjen Fatkhur Rachman di Sidoarjo, Jumat 15 September 2017.

Menurut Fatkhur, pengawasan lebih kepada penekanan terhadap apotek agar tidak memperjualbelikan obat-obatan yang dinilai membahayakan tanpa resep dokter. Terlebih, jika pembelinya kalangan muda.

"Artinya, jangan sampai apotek memperjualbelikan obat-obatan secara sembarangan. Jika ketahuan, ada pidananya," tegasnya.

Selain itu, lanjut Fatkhur, pihaknya juga berkoordinasi dengan BNN kabupaten/kota yang ada di lingkup Jatim untuk tetap berkoordinasi dengan dinas pendidikan, dinas kesehatan, maupun polres setempat untuk sama-sama melakukan pengawasan atas peredaran obat-obatan berbahaya. Terlebih, kepada para pelajar.

"Mari kita sama-sama mengawasi generasi penerus bangsa agar tidak terjerumus dalam dunia seperti itu. Terutama, di sekolah-sekolah. Selain memberikan pemahaman terhadap anak didik, juga perlu diwaspadai tentang penggunaan obat-obatan yang belum diketahui asal-usul keamanannya," terangnya.

Sebelumnya, puluhan remaja hilang ingatan di Kendari. Obat bertuliskan PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol)ditemukan dari para remaja itu.

PCC adalah pil berwarna putih yang masuk dalam kategori Somadril Compound, berfungsi mengobati nyeri, kejang otot, atau daerah tubuh lain yang merasa nyeri. Pil PCC merupakan pil oplosan yang terdiri dari tiga macam obat, yaitu Paracetamol 160 mg, Cafein 32 mg, dan Carisoprodol 200 mg.


(NIN)