Calhaj Asal Jatim yang Ditahan Sempat Manasik di Filipina

Amaluddin    •    Kamis, 25 Aug 2016 19:46 WIB
haji 2016
Calhaj Asal Jatim yang Ditahan Sempat Manasik di Filipina
Saifullah Yusuf saat menemui keluarga korban di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/8/2016). Foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Pasuruan: Sebanyak 14 calon haji asal Jawa Timur yang berangkat dari Filipina sempat melakukan manasik di sana. Mereka menjalani manasik haji selama 10 hari pada Ramadan lalu.

Masduqi Zakaria, salah satu keluarga calon haji yang ditahan di Filipina, memperoleh informasi itu dari adik kandungnya Maslihah yang berangkat bersama Joni, suaminya. 

"Adik saya sempat berpamitan untuk menjalani manasik haji di Filipina," kata Masduki, di Balai Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (25/8/2016).

Masduki mengatakan adiknya berangkat bersama suaminya melalui perantara Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah di Jalan Dr Soetomo, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Untuk berangkat haji melalui KBIH tersebut, masing-masing calon haji dikenakan biaya Rp150 juta. "Jadi, kalau dua orang, biayanya Rp300 juta," ujar dia.

"Saat ini keluarga kami masih shock mendengar kabar adik saya dan suaminya ditahan di Filipina," kata dia.

Jumlah calon haji asal Jawa Timur yang berangkat dari Filipina sebanyak 14 orang. Sebanyak 12 di antaranya berasal dari Kabupaten Pasuruan dan dua dari Sidoarjo. 

Mereka adalah bagian dari 177 calon haji yang ditahan Imigrasi Filipina saat hendak ke Arab Saudi pada Jumat, 19 Agustus 2016. Petugas Imigrasi curiga karena, sebagai pemilik paspor Filipina, mereka tak menguasai bahasa Tagalog (bahasa Filipina).

Siang tadi, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengumpulkan keluarga korban di Balai Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan untuk mengetahui lebih rinci perihal keberangakatan para calon haji. Hadir dalam forum itu Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf serta perangkat kecamatan dan desa setempat.


(UWA)