Santri Langitan Ikut Cari 7 Teman Mereka yang Hilang

Muhammad Yakub    •    Sabtu, 08 Oct 2016 12:25 WIB
tenggelam
Santri Langitan Ikut Cari 7 Teman Mereka yang Hilang
Para santri di Ponpes Langitan berharap tujuh rekannya segera ditemukan. Foto: Antara/Agus Sudarmojo

Metrotvnews.com, Tuban: Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan Desa/Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jatim, terlibat proses pencarian 7 rekannya yang hilang akibat perahu tenggelam di sungai Bengawan Solo, Sabtu 8 Oktober 2016.

Para santri juga dibekali rompi pelampung oleh petugas Basarnas yang turun mencari. Selain itu, ribuan santri lainnya mengelar doa bersama agar santri yang hilang segera ditemukan. 

"Para santri membantu mencari di pinggir sungai. Kita minta membantu menyisir dari pinggir-pinggir sungai," kata Budi, petugas Basarnas, di Kompleks Ponpes Langitan.

Para santri berharap rekannya segera ditemukan Tim SAR. "Kami sangat berduka dan merasa kehilangan atas kejadian ini. Semoga teman kami segera ditemukan dan arwahnya diterima di sisi Allah," ujar Asrori, salah satu santri Ponpes Langitan.

"Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima serta mengikhlaskan anaknya. Saya yakin mereka (santri yang hilang) meninggal dalam keadaan sebagai mujahid karena mereka sedang berjuang mencari ilmu," kata Hasyim, salah satu ustad di Ponpes Langitan.

Perahu tambang berpenumpang 25 santri tenggelam di Bengawan Solo di tambangan Babat, Lamongan, Jumat 7 Oktober 2016. Sebanyak 18 santri selamat dan tujuh santri hilang.

Enam dari tujuh santri yang belum ditemukan yaitu Abdullah Umar, 15, asal Bedilan, Gresik; M. Afiq Fadlil, 19, asal Manyar Gresik; Moh. Arif Mabruri, 18, asal Sumberrejo Bojonegoro.

Selain itu Muhsin, 16, asal Tambaksari Surabaya; Rizki Nur Habib, 15, asal Kecamatan Percut Seitian, Deli Serdang Sumatera; dan Lujaini Dani, 13, asal Manyar, Gresik.


(UWA)