Tubuh Pengebom Gereja di Ngagel Rusak Parah

Amaluddin    •    Selasa, 15 May 2018 15:42 WIB
Teror Bom di Surabaya
Tubuh Pengebom Gereja di Ngagel Rusak Parah
Polisi bersiaga di sekitar lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur. (ANT/M RISYAL HIDAYAT)

Surabaya: Sebanyak 26 orang menjadi korban tewas teror bom sejak Minggu 13 Mei hingga Senin 14 Mei 2018, di tiga gereja di Surabaya, Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, dan Mapolrestabes Surabaya. Sebanyak 13 korban tewas adalah masyarakat. 

"13 korban jiwa sisanya merupakan pelaku yang terdiri dari tiga keluarga," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa, 15 Mei 2018.

Machfud merinci, 13 korban jiwa yang merupakan masyarakat sudah diidentifikasi. Jenazah pun telah diserahterimakan ke keluarga. Sementara 13 jenazah pelaku, sebagian telah diidentifikasi. 

"Dari 11 jenazah di antaranya sudah jelas dan dapat dipastikan nama-namanya, alamatnya, dan lain sebagainya. Namun, jenazah belum ada yang diambil oleh pihak keluarga," katanya.

Sedangkan dua pelaku lainnya belum bisa diidentifikasi, karena tubuhnya rusak. Tapi, dia memastikan keduanya adalah pelaku pengeboman di Gereja Santa Maria tak Bercela, di Ngagel, Surabaya. 

"Satu bisa teridentifikasi, satunya agak sulit teridentifikasi jelas. Ini ada di Ngagel yang bawa motor. Ini kepala yang satu kita lihat ada sudah teridentifikasi, tinggal satu yang parah hanya ada batoknya saja yang kita temukan," imbuh Machfud.

Untuk jumlah korban yang masih dirawat, terdapat 33 orang. Enam di antaranya anggota polisi. Mereka disebar di beberapa rumah sakit di antaranya RS Dr. Soetomo, RS Bhayangkara Polda Jatim, RS Bedah Surabaya dan lainnya.

"Anggota polisi yang agak parah ada satu yang di RS Dr. Soetomo. Kondisinya mungkin matanya hilang fungsi satu, mudah-mudahan satunya bisa berfungsi kembali," ujar Machfud.


(LDS)