Tuntut THR, Buruh Datangi Kantor Bupati Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Senin, 24 Oct 2016 12:01 WIB
unjuk rasa
Tuntut THR, Buruh Datangi Kantor Bupati Sidoarjo
Polisi berjaga di gerbang Kantor Bupati Sidoarjo, Jatim, akibat unjuk rasa para buruh, Senin (24/10/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Puluhan buruh yang mengatasnamakan Federasi Serikat Buruh Madani (FSBM) berunjuk rasa di kantor Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Senin, 24 Oktober. Mereka meminta bupati mencabut izin operasional dan membekukan PT Langgeng Makmur.

Tuntutan itu, kata pendemo, mengacu pada rekomendasi Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Pemprov Jatim atas pelanggaran yang dilakukan PT Langgeng Makmur. "Kita minta Bupati memberikan ketegasan atas tindakan yang dilakukan PT Langgeng Makmur," ujar Tarmidi, salah satu pendemo dalam orasinya. 

Rekomendasi pembekuan itu dilakukan setelah sebelumnya Disnaker Jatim memberikan waktu terhadap Langgeng Makmur untuk menyelesaikan permasalahannya. Namun hal itu tidak digubris perusahaan.

Akibatnya, Disnaker Jatim merekomendasikan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menindak tegas perusahaan tersebut, dengan cara membekukan bahkan mencabut izin operasional. 

"Bupati harus tegas. Jangan sampai hal ini menyakiti kami sebagai rakyat kecil," tegasnya. 


Para pendemo menggelar aksi di depan Kantor Bupati Sidoarjo, Jatim, Senin (24/10/2016).

Dia menjelaskan, hingga saat ini perusahaan tersebut belum membayar tunjangan hari raya. Sekitar 130-an buruh terkatung-katung atas pembayaran THR tersebut. "Hampir lima bulan lebih kami belum menerima tunjangan itu. Bahkan untuk tunjangan keagamaan, kami belum dapat," katanya. 

Pihaknya berencana terus menduduki Kantor Bupati Sidoarjo, jika belum ada keputusan. Hingga berita ini ditulis, buruh masih bertahan di depan kantor Bupati Sidoarjo.


(SAN)