Gus Sholah: Tak Ada Alasan Lagi untuk Berdemo

Nurul Hidayat    •    Jumat, 18 Nov 2016 14:05 WIB
kasus hukum ahok
Gus Sholah: Tak Ada Alasan Lagi untuk Berdemo
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, K.H. Sholahuddin Wahid. Foto: Metrotvnews.com/Nurul

Metrotvnews.com, Jombang: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, K.H. Sholahuddin Wahid mengimbau seluruh umat Islam tidak lagi berdemo dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

"Mari kita hormati dan apresiasi proses hukum yang berjalan. Tidak ada alasan lagi untuk berdemo. Proses ini sudah sangat bagus dan nggak boleh ditekan," ujarnya, di sela-sela pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) makan ikan terbanyak di kawasan Terminal Makam Gus Dur, Jumat (18/11/2016).

Gus Sholah menyadari proses hukum yang berlangsung saat ini memerlukan waktu lama. Beberapa aktivis Himpunan Mahasiswa Indonesia yang ditangkap juga sudah dibebaskan.

Menurutnya, kasus ini sebenarnya tak akan membesar jika Ahok cepat merespon celotehnya saat di Kepulauan Seribu yang menjadi pemicu.

"Seharusnya, setelah tersebar di media sosial, Ahok datang ke Majelis Ulama Indonesia dan ulama-ulama yang ada. Namun, api sudah sangat besar, sehingga susah untuk memadamkannya," kata dia.

Badan Reserse dan Kriminal Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Ahok disangkakan Pasal 156a KUHP juncto Pasal 28 ayat 4 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penyidik mengambil simpulan setelah gelar perkara Selasa 15 November.

Kepala Bareskrim Komjen Ari Dono mengatakan ada perbedaan pendapat sangat tajam di kalangan ahli terkait ada tindaknya unsur niat menistakan agama oleh Ahok. Hal ini menyebabkan terjadi perbedaan pendapat di tim penyelidik yang jumlahnya 27 orang.

 


(UWA)