Bercanda soal Bom di Pesawat

Warga Mengaku Mendapat Perlakuan Layak saat Ditahan di Arab

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 24 Feb 2017 09:30 WIB
wni
Warga Mengaku Mendapat Perlakuan Layak saat Ditahan di Arab
Dua warga Jatim yang ditahan di Arab Saudi karena bercanda soal bom tiba di Bandara Juanda Surabaya, MTVN - Hadii

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Dua warga Jawa Timur yang ditahan polisi Jeddah, Arab Saudi, pulang ke kampung halaman. Mereka ditahan lantaran bercanda mengaku membawa bom.

Keduanya tiba di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis petang 23 Februari 2017. Keduanya berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah beberapa waktu lalu.

Keduanya yaitu Triningsih Kamsir Warsih, 50 dan Umi Widayani, 56. Keduanya merupakan warga Pasuruan.

Umi menceritakan pengalamannya saat hendak pulang dari Jeddah menuju Tanah Air pada Selasa 10 Januari 2017, waktu Arab Saudi. Saat itu ia sudah berada di pesawat Royal Brunei.

Umi mengatakan ia duduk dengan kakaknya. Sementara anaknya duduk bersama adiknya. Ia lalu meminta kakaknya untuk bertukar tempat duduk. Kakaknya pun pindah.

Ia juga memindahkan tas dari bawah kursi ke bagasi. Seorang pramugari pun mendekat dan membantunya memindahkan tas.

"Berat banget, Bu. Koper ini apa isinya," tutur Umi menceritakan kembali pertanyaan pramugari berbahasa Melayu itu.

"Ya oleh-oleh lah, Bu. Masa bawa bom. Wong kami selesai umrah," jawab Umi spontan.

Baca: Gurauan Bom di Atas Pesawat yang Berujung Penahanan

Ternyata spontanitas Umi itu mengundang reaksi. Pramugari langsung bergegas ke kokpit dan melaporkan pembicaraan itu.

Lalu seluruh penumpang diminta turun dari pesawat. Petugas lantas menggiring Umi ke Jeddah. 

Umi bercerita  ia menghuni sebuah ruangan yang luas. Ada tempat tidur dalam ruangan itu. Kebutuhannya terpenuhi selama dalam ruangan tersebut.

"Makanan dan lain-lain terpenuhi. Tidak ada hal-hal yang bersifat diskriminasi," lanjut Umi.

Umi mengaku memetik pelajaran dari kejadian tersebut. Ia pun berhati-hati menjaga ucapannya.

Namun dari semua itu, ia bersyukur bisa pulang. Ia pun meluapkan kebahagiaannya berkumpul kembali bersama anak-anak dan keluarga.


(RRN)