Caleg NasDem Ini bakal Sumbangkan Separuh Gajinya untuk Rakyat

Amaluddin    •    Rabu, 14 Nov 2018 18:58 WIB
pilegpilpres 2019
Caleg NasDem Ini bakal Sumbangkan Separuh Gajinya untuk Rakyat
Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur sekaligus calon legislatif (caleg) asal Partai NasDem, Maruli Hitagalung. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur sekaligus calon legislatif (caleg) dari Partai NasDem, Maruli Hitagalung, berjanji akan menyisihkan separuh gajinya untuk rakyat jika terpilih sebagai anggota DPR RI. Sementara separuh gajinya lagi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya.

"Kalau semua saya sumbangkan untuk rakyat, itu artinya saya berbohong. Karena untuk hidup dan beraktivitas butuh duit," kata Maruli, di Surabaya, Rabu, 14 November 2018.

Maruli menyatakan tidak mungkin semua gajinya disumbangkan untuk rakyat. Karena dirinya butuh uang untuk akomodisi blusukan menyerap aspirasi masyarakat. 

"Jika semua gaji disumbangkan, lalu blusukan pakai duit apa?. Karena kalau gaji semua diberikan untuk rakyat, maka selanjutnya akan mencari kesempatan untuk main proyek yang berpotensi korupsi. Jadi tidak mungkin disumbangkan semuanya," katanya.

Maruli sendiri mulai aktif blusukan ke kampung-kampung ke dari daerah pemilihan (dapil) I Surabaya-Sidoarjo. Blusukan itu dilakukan untuk menggelorakan gerakan anti korupsi ke kampung-kampung. Selain untuk menggalang suara, cara itu dilakukan untuk memberi pendidikan anti korupsi bagi masyarakat. 

Gaya politik Maruli mendapat respons positif dari masyarakat. Ini dibuktikan dengan banyaknya undangan untuk menghadiri pertemuan warga di Surabaya dan Sidoarjo terkait pemahaman soal anti korupsi. 

"Mulai dari kampung-kampung hingga warkop saya datangi. Saya berusaha datangi agar spirit warga untuk anti korupsi tetap terjaga. Ini kabar gembira, di tengah anggapan bahwa publik semakin permisif terhadap korupsi, ternyata masih banyak warga yang punya semangat bersama membangun praktik politik murah dan bebas money politics," katanya.

Pertemuan-pertemuan dengan warga, lanjut Maruli, dilakukan dengan kelompok-kelompok kecil yang secara efektif membicarakan tentang langkah bersama untuk hidup yang lebih baik. Maruli mengaku akan berusaha mendatangi warga di kampung-kampung agar spirit warga untuk anti korupsi tetap terjaga, bahkan dia siap mengadvokasi banyak persoalan rakyat, mulai dari pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, hingga infrastruktur.

"Dalam dua pekan terakhir, saya intens menghadiri banyak pertemuan warga. Bahkan sampai kampung di perbatasan Sidoarjo-Pasuruan dan Sidoarjo-Mojokerto sudah saya datangi. Ada banyak aspirasi yang dititipkan kepada saya, dan kita akan perjuangkan bersama,” ujarnya.

Menurut Maruli, pertemuan-pertemuan dengan warga berjalan konstruktif. Selain berkaitan dengan persoalan-persoalan publik seperti infrastruktur dan kesehatan, pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana menerapkan pendidikan antikorupsi sejak dini. Misalnya, pertanyaan dari seorang ibu hamil, bagaimana mendidik anak agar bisa jujur sejak kecil.

"Saya sampaikan contoh-contoh kecil, misalnya sejak usia 3 tahun dididik membangun komitmen. Apa yang dijanjikan harus ditunaikan, misalnya janji mau minum vitamin ya harus diminum," ujar Maruli yang juga dikenal sebagai peraih Master Nasional di bidang catur itu.

Dalam kariernya sebagai Kepala Kejati, Maruli sudah dua kali mengantarkan Kejaksaan Tinggi yang dipimpinnya sebagai kejaksaan terbaik dalam pemberantasan korupsi se-Indonesia. Yakni, saat memimpin Kejati Papua dan Kejati Jatim.



(ALB)