Manfaat MSG untuk Tubuh

Amaluddin    •    Sabtu, 08 Dec 2018 10:48 WIB
kesehatan
Manfaat MSG untuk Tubuh
Proses pengolaan MSG di PT Ajinomoto. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Berbagai cara dilakukan PT Ajinomoto Indonesia untuk mengedukasi masyarakat terkait manfaat konsumsi Monosodium Glutamat (MSG) atau micin. Salah satunya dengan menyusun buku review tentang MSG bersama para peneliti dan ahli gizi.

Direktur dan Factory Manager PT Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandriyo, mengatakan buku review itu dibuat agar masyarakat tidak bingung dan lebih yakin tentang MSG. Sebab, selama ini masyarakat ragu untuk konsumsi MSG, karena ada anggapan bahwa MSG berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

"Saya pastikan MSG aman untuk dikonsumsi, justru ada beberapa manfaat MSG pada tubuh. Namun memang informasi negatif tentang MSG banyak berkembang di kalangan masyarakat belakangan ini. Karena itu kami akan terus mengedukasi ke masyarakat tentang manfaat MSG," ujar Yudho, saat acara Media Gathering beberapa waktu lalu di PT Ajinomoto di Mojokerto, ditulis Sabtu, 8 Desember 2018.

Bahkan, Yudho heran dengan isu miring bahwa bahan MSG tersebut campuran daging haram babi. Karena itu, lanjut Yudho, pihaknya mengajak masyarakat untuk melihat langsung mulai proses pengolahan, hingga pengemasan MSG di perusahaannya. 

"Kami seminggu sekali mengajak masyakarat untuk melihat langsung pengolahaan hingga pengemasan MSG, ini salah satu cara untuk mengedukasi agar masyarakat mengetahui langsung tentang MSG," ujarnya.



Direktur dan Factory Manager PT Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandriyo. (Medcom.id/Amal).

Pada kesempatan itu, Medcom.id mendapat kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatan berbagai produk PT Ajinomoto Indonesia yang berpusat di Kabupaten Mojokerto. Di antaranya adalah Masako, Sajiku, Ajinomoto, Mayumi, dan lainnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, produk-produk MSG di perusahaan itu terbuat dari daging sapi dan ayam, yang kemudian dikelola dengan cara dihaluskan dengan alat teknologi canggih. Sebelum dihaluskan, daging ayam dan sapi itu terlebih dahulu diteliti untuk memastikan aman untuk dikonsumsi.

Selain daging, kata Yudho, ada juga Bahan Tambahan Pangan (BTP) untuk MSG, seperti tepung bumbu, bumbu siap pakai, saus tiram dan mayonaise. Setelah dikelola, kemudian dikemas dan dibungkus rapi untuk kemudian dipasarkan.

"Karena itu, kami selalu membuka ruang dan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung produksi Ajinomoto serta berdiskusi masalah MSG," kata Yudho.

PT Ajinomoto Indonesia memiliki dua pabrik di Kabupaten Mojokerto dan di Karawang, Bekasi. Untuk di Mojokerto, Ajinomoto memproduksi MSG berupa Masako, Saori, Ajinomoto, Sajiku dan Mayumi, serta bakery atau Frozen bread.

Lain halnya dengan pabrik di Karawang. PT Ajinomoto memproduksi MSG dari bahan alami berupa tetes tebu. Mayoritas tebu didapat dari pabrik-pabrik tebu yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

Peneliti dan Dokter Ahli Pastikan Konsumsi MSG Aman

Monosodium Glutamat (MSG) atau vetsin/micin tidak sepenuhnya berbahaya bagi kesehatan, bahkan micin aman untuk dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Ini berdasarkan fakta-fakta hasil penelitian oleh banyak penelitian ilmiah dan agensi seluruh dunia, salah satunya Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.

Salah satu peneliti yang melakukan penelitian MSG, Johanes Chandrawinata, mengatakan ada fakta-fakta yang harus diketahui masyarakat terkait konsumsi MSG. Antara lain, MSG dapat meningkatkan nafsu makan, serta dapat menyebabkan cepat kenyang.

"Jadi mengonsumsi MSG tidak ada hubungannya dengan kegemukan atau kelebihan berat badan (overweight). Berbagai lembaga kesehatan dunia seperti FDA bahwa MSG statusnya aman untuk dikonsumsi," kata Johanes, beberapa waktu lalu.


Proses pengolaan MSG di PT Ajinomoto. (Medcom.id/Amal).

Dokter spesialis gizi klinik Melinda Hospital itu, mengaku heran masalah kegemukan seringkali dikaitkan dengan konsumsi MSG. Menurut Johanes, kelebihan berat badan bisa disebabkan beberapa faktor, seperti kebanyakan asupan kalori, karbohidrat, lemak jenuh, protein hewani, dan minimnya berolahraga.

Sebaliknya, konsumsi MSG aman untuk kehidupan sehari-hari bagi masyarakat. Bahkan MSG bisa memberi kelezatan pada makanan dan gizi bagi tubuh manusia. "MSG aman dikonsumsi. Bahkan bisa dikonsumsi saat diet rendah garam, karena MSG dapat memperbaiki palatabilitas diet, dan baik bagi fungsi oral pada saluran cerna serta status gizi secara umum," katanya.

Tak hanya itu, kata Johanes, banyak pihak yang menganggap bahwa konsumsi MSG berbahaya terhadap otak manusia. Juga bisa membuat tubuh menjadi lemas, jantung berdebar-debar, dan dapat menimbulkan gejala rasa kebas di belakang leher. Bahkan MSG dianggap sebagai dalang penyakit Chinese Restaurant Syndrome (CRS) seperti, rasa haus, dan pusing.

"Sudah banyak penelitian yang menegaskan MSG aman dikonsumsi. Termasuk penelitian di Yogyakarta pada tahun 2.000, tidak terbukti sama sekali bahwa MSG sebagai penyebab CRS," katanya.

Peneliti MSG lainnya, Nurhidayat Pua Upa, mengaku dirinya telah menyusun buku review tentang MSG bersama Dien Kurtanty, dan Daeng Mohammad Faqih. Buku itu dibuat untuk mengedukasi masyarakat terkait MSG yang selama ini dianggap bahaya jika dikonsumsi.

"Konsumsi MSG aman, ini berdasarkan peraturan BPOM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dinyatakan aman dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 33 Tahun 2012," ujarnya.

Nurhidayat membantah jika konsumsi MSG berbahaya bagi kesehatan manusia. Padahal, kata dia, MSG justru memberi manfaat pada tubuh. Status aman konsumsi MSG juga telah dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 33 Tahun 2012, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Memang banyak informasi negatif tentang MSG yang berkembang di masyarakat. Pemahaman bahwa MSG berbahaya itu tidak benar, karena kenyataannya selama bertahun-tahun berbagai studi menyimpulkan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terkait kabar miring tentang bahaya MSG. Untuk mengetahui aman dan tidaknya, Daeng menyarankan agar masyarakat merujuk pada pernyataan atau rekomendasi dari pemerintah dan lembaga yang kredibel.

"Paling gampang, masyarakat bisa melihat dan merujuk rekomendasi dari pemerintah atau lembaga kredibel, guna mengetahui bahwa itu produk (MSG, red.) aman untuk kesehatan tubuh," kata Daeng.



(ALB)