Khofifah Disarankan Cari Pasangan Nasionalis atau Birokrat

Amaluddin    •    Senin, 16 Oct 2017 16:50 WIB
pilgub jatim 2018
Khofifah Disarankan Cari Pasangan Nasionalis atau Birokrat
Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa -- MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Surabaya: Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Hari Fitriyanto mengatakan, calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa harus memerhatikan beberapa hal dalam menentukan calon pendamping. Ia menyarankan, Khofifah memilih wakil dari kalangan birokrat atau nasionalis.

"Kalau Khofifah berpasangan dengan nasionalis, tentu akan kuat. Tak bisa diremehkan," kata Hari di Surabaya, Jawa Timur, Senin 16 Oktober 2017.

(Baca: Kiai di Jatim Bentuk Tim Sembilan untuk Menentukan Wakil Khofifah)

Hari menjelaskan, pasangan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas merepresentasikan kelompok santri-religius atau lebih spesifik Nahdlatul Ulama (NU). Sementara, di Jatim terdapat dua kultur kuat, yakni NU dan nasionalis.

Khofifah, lanjut Hari, akan lebih kuat kalau mendapat dukungan dari Partai Demokrat. Sebab, Ketua DPD Partai Demokrat sekaligus Gubernur Jatim Soekarwo merupakan sosok nasionalis yang kuat di Jatim.

"Suara Pakde Karwo (sapaan Soekarwo) di wilayah Mataram cukup kuat. Pegawai negeri atau birokrat di Jatim sendiri lebih dari 500 ribu orang. Tentu ini bukan suara kecil," katanya.

(Baca: Demokrat: Khofifah Pantas Memimpin di Jatim)

Menurut Hari, hasil beberapa lembaga survei masih menunjukkan preferensi pemilih di Jatim menginginkan pasangan nasionalis-santri atau santri-nasionalis. Karena itu, Khofifah memiliki banyak opsi orang-orang terdekat Soekarwo, yang merepresentasikan kalangan nasionalis kuat.

"Ada Kepala Inspektorat Jatim Nurwiyatno yang juga birokrat dan sekarang menjabat Ketua PA GMNI (Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Jatim. Ada juga Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Heru Tjahjono dan Kepala Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) RSU dr Soetomo Harsono," ujarnya.

Sebagai informasi, PDI Perjuangan memutuskan berkoalisi dengan PKB. Keduanya merekomendasikan Gus Ipul-Anas sebagai cagub dan cawagub pada Pilgub Jatim 2018.

Sementara, Khofifah mendapat dukungan dari Partai Golkar, Hanura, dan NasDem. Hawa duel antara dua Nahdliyin, Khofiffah dan Gus Ipul, semakin kentara. Posisi wakil gubernur untuk mendampingi Khofifah jadi amat penting untuk mengimbangi.

 


(NIN)