Tujuh Tahun Buron, Pelaku Utama Korupsi P2SEM Jatim Ditangkap

Amaluddin    •    Rabu, 29 Nov 2017 19:50 WIB
korupsi
Tujuh Tahun Buron, Pelaku Utama Korupsi P2SEM Jatim Ditangkap
Tim Kejati Jatim saat membawa terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2008, dr Bagoes Soetjipto (kaos merah). (MTVN/Amal).

Surabaya: Tim Kejaksaan Agung RI bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menangkap terpidana kasus korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2008, Bagoes Soetjipto. Bagoes ditangkap di Johor Bahru, Malaysia, setelah tujuh tahun buron.

Bagoes tiba di kantor Kejati Jatim di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pukul 18.00 WIB, Rabu, 29 November 2017. Dia dikawal sejumlah petugas Kejaksaan berpakaian sipil, dia turun dari mobil Toyota Innova hitam. 

Rombongan petugas Kejati membawa tiga mobil jenis Innova warna hitam beserta pengawalan polisi (Patwal). Saat dibawa oleh petugas, Bagoes hanya melempar senyum kepada awak media. Ia lalu dibawa ke ruang pidana khusus di lantai lima. 



Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah itu mengenakan kaus warna merah menyala. Kacamata terpasang di kedua mata. Senyum tipis disunggingkan kepada puluhan awak media yang menyorongkan moncong kamera dan cecaran pertanyaan. 

"Sehat," ujarnya menjawab pertanyaan kondisi kesehatan.

Bagoes adalah terpidana utama korupsi dana hibah P2SEM yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur 2008 silam. Untuk mendapatkan hibah P2SEM, kelompok masyarakat harus mengantongi rekomendasi dari anggota DPRD Jatim. Ketika kasus terbongkar, gedung Indrapura (sebutan kantor DPRD) Jatim ikut tergoyang. 

Diduga, dana total ratusan miliar itu diselewengkan banyak oknum. Tetapi hanya beberapa saja yang menjalani bui, di antaranya Ketua DPRD Jatim kala itu, almarhum Fathorrasjid. Dokter Bagoes sendiri disidang secara intens karena sejak ditetapkan tersangka oleh Kejati Jatim pada 2009, dia kabur.

Bertahun-tahun kemudian, rumor berkembang muncul kalau dia sengaja disembunyikan karena jadi saksi kunci keterlibatan banyak pihak dalam kasus P2SEM. Sempat juga beredar kabar kalau Bagoes melakukan operasi plastik sehingga sulit ditangkap.

Tujuh tahun menghilang, Kejaksaan berhasil menangkap Bagoes di Malaysia. Dia akan dieksekusi untuk menjalani hukuman 21,5 tahun penjara, akumulasi dari tiga perkara. Saat tiba di Kejati Jatim, wajahnya tidak ada perubahan ketika dibandingkan dengan foto dirinya saat ditetapkan sebagai buronan dan disebarkan Kejaksaan.


(ALB)