Misteri Kematian Wakapolda Sumut 'di Balik' Pagar Rumah

Daviq Umar Al Faruq    •    Kamis, 12 Apr 2018 16:48 WIB
penemuan jenazah
Misteri Kematian Wakapolda Sumut 'di Balik' Pagar Rumah
Suasana rumah mantan Wakapolda Sumut setelah kematian penghuni rumah di Malang, Kamis 12 April 2018, Medcom.id - Daviq

Malang: Suasana di sebuah rumah di Perumahan Bukit Dieng Permai, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, tampak sepi. Di rumah itu, tepatnya 24 Februari 2018, pemilik rumah ditemukan meninggal.

Adalah Kombes Agus Samad, sang pemilik rumah yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Agus merupakan mantan Wakil Kapolda Sumatera Utara.

Sekitar pukul 08.00 WIB, pagi itu, warga menemukan jenazah Agus di halaman belakang rumah. Tubuhnya tengkurap. Pada kedua kaki, seutas tali rafia mengikat.

Luka sayatan ditemukan pada kedua tangan. Lecet di paha belakang. Bercak darah berceceran di ruang makan, sekitar 10 meter dari lokasi mayat ditemukan.

Peristiwa itu berlalu kurang lebih 49 hari. Namun, penyebab kematian sang mantan polisi masih belum diketahui.

Sementara itu, pantauan Medcom.id, Kamis, 12 April 2018, suasana di rumah almarhum sepi. Tak tampak aktivitas apapun di rumah tingkat tiga tersebut.

Dari luar, tampak satu mobil Isuzu Panther dan dua sepeda motor diparkir di balik pagar cokelat. Sedangkan pagar terkunci rapat.

Meski rumah tersebut menjadi lokasi kejadian perkara, tak tampak polisi berjaga-jaga. Padahal beberapa waktu lalu, polisi hilir mudik melakukan olah tempat kejadian perkara. Berulang kali, polisi mendatangi rumah untuk memecahkan kasus tersebut.

"Iya, Mas. Rumah itu kosong sejak acara 40 hari almarhum. Umi (panggilan akrab Suhartatik, istri Agus) sekarang tinggal bersama anaknya di Permata Jingga," kata Pawiyadi, seorang satpam saat ditemui Medcom.id.

Pasangan suami istri itu memiliki dua anak. Anak pertama Timur Dikman Sasmita menempati rumah kontrakan di Perum Permata Jingga, Kota Malang. Sedangkan Radiyaksa Agung Wicaksana, anak kedua, tinggal di Gresik.

Beberapa hari lalu, ujar Pawiyadi, tiga perempuan mendatangi rumah tersebut. Mereka bermaksud mengunjungi Suhartatik. Mereka mengaku teman semasa Agus bekerja di kepolisian.

"Saya bilang ke mereka, rumah itu kosong. Umi sekarang tinggal sama anaknya. Lalu, mereka bilang mau mendatangi Umi di Permata Jingga," tutur Pawiyadi.

Sementara itu, Polda Jatim masih belum menemukan penyebab kematian Agus: pembunuhan ataukah bunuh diri. Direskrimum Polda Jatim Kombes Agung Yudha mengatakan telah memeriksa 22 saksi. Misalnya istri, anak, hingga penjaga perumahan. Tapi, pengungkapan kasus belum terang.

Baca: Polisi Periksa 22 Saksi Kasus Kematian Wakapolda Sumut

"Proses penyelidikan masih belum menemukan alat bukti yang mendukung. Jadi masih akan terus dioptimalkan," ujar Agung saat memberikan keterangan seputar kejadian tersebut di Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya, Malang, sepekan lalu.



(RRN)