Tiga Ledakan di Surabaya Terjadi dalam Waktu 1,5 Jam

Amaluddin    •    Minggu, 13 May 2018 16:29 WIB
Teror Bom di Surabaya
Tiga Ledakan di Surabaya Terjadi dalam Waktu 1,5 Jam
Olah TKP di lokasi ledakan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, Ant - Didik Suhartono

Surabaya: Surabaya, Jawa Timur, digemparkan dengan rentetan ledakan pada Minggu, 13 Mei 2018, pagi. Ledakan terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu kurang lebih 1,5 jam.

Sekitar pukul 06.30 WIB, jemaat khusyuk mengikuti misa di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel. Jemaat bersiap untuk mengikuti misa kedua. Saat itulah, ledakan terjadi.

Beberapa warga di dalam gereja tak sempat menyelamatkan diri. Beberapa warga meninggal. Beberapa warga mengalami luka bakar.

Suasana dalam gereja kalang kabut. Warga yang berada di luar gereja pun terkena dampak. Mereka ikut berlarian menyelamatkan diri. Bunyi ledakan terdengar hingga sejauh 100 meter.

Baca: Sepuluh Ambulans Bersiaga di Gereja Santa Maria

Saat suasana di Gereja SMTB panik, ledakan terjadi di Gereja Kristen Indonesia, tepatnya pukul 07.15 WIB. Jarak kedua gereja kurang lebih 5,1 Kilometer.


(Suasana di lokasi ledakan bom di Gereja St Maria di Jalan Ngagel Madya, Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, Medcom.id - Amaluddin)

Kepanikan belum berakhir. Sebab sekitar pukul 07.53 WIB, ledakan kembali terjadi. Ledakan ketiga terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna. Jarak antara GKI dengan GPPS hanya kurang lebih 2,8 Kilometer dengan Jalan Pasar Kembang penghubungnya.

"Ledakan terjadi di waktu hampir bersamaan di tiga lokasi itu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Media Center Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.


(Peta ledakan di tiga lokasi di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, gambar: google.com/maps)

Informasi terkini, kata Barung, 11 orang meninggal dalam kejadian tersebut. Sedangkan 41 lainnya terluka. Korban luka dirawat di beberapa rumah sakit seperti RSUD dr Soetomo, RS William Boath, dan RS Bedah Surabaya.

"Kami turut berbelasungkawa terhadap korban meninggal. Semoga korban yang masih dirawat segera pulih," ungkap Barung.


(RRN)