Risma Batal Hijrah, Warga Surabaya Gelar Syukuran

Amaluddin    •    Rabu, 21 Sep 2016 09:48 WIB
pilgub dki 2017
Risma Batal Hijrah, Warga Surabaya Gelar Syukuran
Warga Surabaya gelar syukuran setelah mendengar Risma batal hijrah ke DKI, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: DPP PDI Perjuangan tak merekomendasikan Tri Rismaharini untuk melaju ke Pemilihan Gubernur DKI. Kabar itu pun menuai kegembiraan warga Surabaya, Jawa Timur.

Puluhan warga pun menggelar syukuran usai mendengarkan pengumuman dari DPP PDI Perjuangan. DPP menyebutkan mengusung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebagai cagub dan cawagub DKI periode 2017-2022.

Warga yang berkumpul di Taman Bungkul Surabaya, Selasa malam 20 September, pun bersuka cita. Artinya, wali kota mereka tak hijrah ke DKI.

"Kami bersyukur, gembira, PDIP tidak menurunkan rekomendasi untuk Bu Risma menjadi calon Pilgub DKI Jakarta. Karena itulah kami menggelar sykuran sebagai rasa syukur, rasa bahagia kami Bu Risma tetap di Surabaya," kata Ketua Love Suroboyo Community, Sandy Setiawan.

Dalam syukuran tersebut, puluhan orang itu memakai pakaian serba putih kombinasi merah. Sebagian mereka membawa beberapa makanan tempeh yang berisi berbagai ubi jalar. Hasil syukuran ini kemudian dibagikan kepada para warga yang sedang menikmati indahnya malam hari di Taman Bungkul. 

Di sela-sela tasyakuran, mereka sambil menyanyikan yel-yel "Risma Siapa Yang Punya, Yang Punya Warga Surabaya". Sesekali dari mereka beroarasi menyampaikan kepada masyarakat bahwa Risma tetap memimpin Kota Surabaya hingga berakhirnya masa jabatan 2015-2021.

"Aksi ini kami lakukan sebagai kecintaan rakyat Surabaya terhadap Risma, pemimpin yang kami kenal baik," katanya.

Nama Risma sempat menguat digadang-gadang diusung PDIP sebagai calon gubernur DKI untuk melawan petahana, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok pada Pilgub DKI. Hanya sosok Risma yang dianggap mampu menumbangkan Ahok.

Sandy menilai, munculnya kabar tersebut adalah nuansa untuk menjegal Risma agar lengser dari jabatannya. Ada kelompok-kelompok tertentu yang menghendaki Risma bertolak ke Jakarta, untuk mencapai kepentingannya di Surabaya. 

"Ada nuansa penjegalan secara halus yang meminta Risma untuk menjabat di Pilgub DKI Jakarta. Maka itu, kami sebagai warga Surabaya akan menjaga betul agar Bu Risma tetap memimpin Surabaya, karena pemimpin baik dan jujur itu sangat langkah," kata Sandy.

PDIP mengumumkan 101 calon kepala daerah yang diusung untuk bertarung di Pilkada serentak Februari 2017. Di DKI Jakarta, PDI P resmi memutuskan mengusung pasangan petahana Ahok-Djarot.


(RRN)