Soal Kasus di Filipina, Anggota Dewan Minta Kemenag Selektif Berangkatkan Calon Haji

Amaluddin    •    Rabu, 24 Aug 2016 16:53 WIB
haji 2016
Soal Kasus di Filipina, Anggota Dewan Minta Kemenag Selektif Berangkatkan Calon Haji
Pemberangkatan jemaah calon haji asal Sulsel namun tertahan di Filipina, dok: pribadi

Metrotvnews.com, Surabaya: Seharusnya pemerintah memprioritaskan pemberangkatan warga yang belum pernah berangkat haji untuk ke Tanah Suci. Sehingga, peristiwa warga Indonesia yang hendak berangkat haji melalui Filipina tak akan terjadi.

Demikian disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Aminuddin dalam kunjungan kerjanya di Surabaya, Jawa Timur. Ia pun menyarankan Kementerian Agama (Kemenag) lebih selektif memberangkatkan jemaah calon haji.

Menurut Hasan, 177 calon haji yang tertahan di Filipina merupakan efek dari antrean panjang masyarakat untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci. Kasus itu tak akan terjadi bila tak harus mengantre panjang.

"Ditengarai, warga yang sudah pernah naik haji lalu berangkat lagi itu yang menjadi alasan antrean mencapai belasan tahun," kata Hasan.

Hasan mengatakan bukan kali ini warga Indonesia berangkat ke Tanah Suci melalui Filipina. Sewaktu berangkat ke Arab Saudi tahun lalu, ia juga menemukan satu keluarga warga Indonesia berangkat haji melalui negara tetangga.

"Mereka bilang jika melalui Filipina lebih cepat, meskipun ongkosnya sedikit mahal," terang politikus Partai NasDem itu.

Pada 19 Agustus 2016, keimigrasian Filipina menahan 177 warga yang hendak berangkat ke Arab Saudi. Petugas imigrasi mencurigai paspor yang mereka gunakan. Sebab pemilik paspor tak bisa berbahasa Tagalog.

Kemudian, petugas berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina. Proses interogasi pada ratusan warga Indonesia itu pun masih berlangsung.


(RRN)