Ribuan LKS Bermuatan Sadis Akan Ditarik

Aditya Mahatva Yodha    •    Jumat, 26 Aug 2016 15:15 WIB
pendidikan
Ribuan LKS Bermuatan Sadis Akan Ditarik
LKS Bahasa Indonesia untuk Kelas 4 SD itu dinilai memuat unsur sadis (Foto: MTVN/Aditya)

Metrotvnews.com, Malang: Ribuan lembar kerja siswa (LKS) Bahasa Indonesia `Brilliant` untuk siswa Kelas 4 Sekolah Dasar di Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan bermuatan unsur sadis. Dinas Pendidikan Kabupaten Malang akan segera menarik sekitar 4.000 LKS itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan masing- masing kecamatan untuk menarik LKS Brilliant yang bermuatan materi sadis itu.

"Kami sudah meminta kepada seluruh UPTD Pendidikan masing-masing kecamatan untuk menarik LKS tersebut," kata Budi Iswoyo kepada Metrotvnews.com, di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Jalan Sultan Agung, Jumat (26/8/2016).

Selain itu, Kadisdik minta penerbit LKS yakni JP Books untuk mengganti LKS dengan yang baru dan sudah direvisi. "Kami juga meminta kepada penerbit segera mengganti dengan LKS yang baru, biar sekolah dan siswa tidak dirugikan," ujar dia.

Terpisah, Kepala Divisi Redaksi JP Books Sukolo Setyo Wibowo mengatakan, pihaknya akan segera menarik LKS itu dari peredaran. Hal itu dilakukan lantaran Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menginstruksikan untuk menarik buku latihan untuk siswa itu dari peredaran.

"Akan segera kami tarik dari pasaran. Baik di sekolah yang digunakan siswa atau pun yang di toko-toko," kata Sukolo.

Pada halaman 19 di LKS Bahasa Indonesia untuk Kelas 4 SD itu tertulis soal yang memuat kata-kata pembunuhan dengan kejam. Bunyinya:  "Saya mengetahui dari televisi, ada seorang wanita membunuh sahabat karibnya. Kepala wanita tersebut dipenggal dan disimpan dalam kaleng. Padahal dia tidak bersalah."

Sebanyak 4 ribu LKS Bahasa Indonesia bernama Brilliant terbitan JP Books itu beredar secara nasional.  Di Kabupaten Malang sendiri ada sekitar 800 eksemplar LKS.

"Kami tarik itu nanti semua secepatnya. Bila perlu akan kami ganti LKS tersebut tanpa membayar," ujar dia.

Sukolo mengaku, sebelum buku itu naik cetak pihaknya sudah memeriksa hingga tahap akhir. Tim pemeriksa juga ikut memastikan isi buku yang disajikan penulis.

"Namun untuk konten itu, kami kecolongan. Sebagai penerbit kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tim saya juga sudah mendapatkan sanksi internal," pungkasnya.


(TTD)