Dema UINSA Bantah Ada Pungli di Orientasi Mahasiswa Baru

Amaluddin    •    Rabu, 31 Aug 2016 19:04 WIB
pendidikan
Dema UINSA Bantah Ada Pungli di Orientasi Mahasiswa Baru
Mahasiswa baru UINSA saat mengikuti orientasi. Foto-foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Surabaya: Dewan Ekskutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya membantah telah menarik pungutan liar (Pungli) kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2016. 

"Panitia PKKMB memberi kebebasan sepenuhnya kepada mahasiswa baru untuk membuat atribut PKKMB secara mandiri," kata Presiden Dema UINSA, Mohammad Yunus, Rabu (31/8/2016). 

Dia menjelaskan sejak awal mahasiswa baru dipersilakan mengasah keterampilannya membuat atribut seperti tas dan papan nama. 

"Tidak ada paksaan membayar sejumlah uang untuk kepentingan pembelian atribut PKKMB. Kami lebih menyarankan dibuat sendiri, tapi memang ada sebagian mahasiswa baru yang memilih membeli," kata Yunus, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/8/2016).

Baca: Mahasiswa Baru UINSA Keluhkan Pungli oleh Panitia Ospek

Dugaan pungli, kata Yunus, hanya tuduhan sepihak dan tidak beralasan. Sebab, mahasiswa baru yang memilih membeli telah dijelaskan rincian harga atribut, dan sebelum membeli atribut panitia dan mahasiswa membubuhkan tanda tangan di atas materai yang menerangkan dengan penuh kesadaran dan tidak ada paksaan. 

"Sudah lengkap dijelaskan, mereka bisa membeli di luar karena tidak semua panitia di setiap fakultas menyediakan," katanya.


Kampus UINSA

Berdasarkan keterangan panitia, kata Yunus, rincian uang sebagai pembayaran atribut PKKMB sebagai berikut, stiker, pulpen, dan gantungan kunci Rp20.000, buku catatan Rp10.000, kaus PKKMB Rp50.000, ID Card Rp5.000, Scraft Rp20.000, air minum Rp5.000, tali pelintir Rp5000, tas Rp25.000, dan materai Rp6.000. Total Rp147.000.

Baca: Soal Pungli, Mahasiswa Baru Laporkan Rektor UINSA Ke Ombudsman

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa baru UINSA mengeluhkan adanya pungli dalam kegiatan PKKMB. Mereka mengaku dimintai sumbangan ratusan ribu untuk keperluan pembelian atribut dan souvenir. Besaran pungli yang dipatok panitia nilainya beragam di setiap fakultas.

Rektorat UINSA melarang adanya pungutan atau sumbangan dalam bentuk apapun untuk kegiatan pengenalan kampus. Sebab, semua pembayaran telah menjadi satu saat pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru. Dalam SK itu dijelaskan panitia dilarang menghimpun bantuan atau sumbangan dalam bentuk apapun.


(UWA)