Tak Ada Potensi Tsunami pada Gempa Pacitan

   •    Selasa, 11 Oct 2016 11:31 WIB
gempa bumi
Tak Ada Potensi Tsunami pada Gempa Pacitan
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wilayah Pacitan, Jawa Timur diguncang gempa berkekuatan 4,7 skala Richter (SR), Selasa, 11 Oktober. Tidak ada potensi tsunami akibat gempa yang terjadi pukul 07.43 WIB itu.

"Masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dikutip Antara, di Jakarta.

Dia mengimbau masyarakat di pesisir pantai Pacitan hingga Bantul, Daerah Isitimewa Yogyakarta tetap tenang. "Tidak terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami," katanya. 

Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan, dampak gempa bumi berupa getaran dalam skala intensitas gempabumi II (SIG-BMKG) atau setara II-III pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Wilayah yang merasakan di Pacitan, Tamperan, Kebonagung, Tegalombo, Jetiskidul, Ngadirojo, Panggul, Donorojo, Pracimatoro, dan Pasirombo. 

Guncangan juga dirasakan di Nganjuk dan Bantul dalam skala I SIG-BMKG (II MMI). Di daerah tersebut guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh orang banyak dan beberapa orang di antaranya keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tergolong gempa bumi dangkal akibat aktivitas patahan aktif di dasar laut. Aktivitas seismik pada zona ini cukup aktif.

"Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan," katanya.

Gempa terletak pada koordinat 8,87 LS dan 111,30 BT, tepatnya di laut pada jarak 80 km arah tenggara Pacitan pada kedalaman 25 km.

Catatan sejarah juga menunjukkan bahwa pada 20 Oktober 1859, terjadi peristiwa gempa kuat yang mengguncang Pacitan dan disusul datangnya gelombang tsunami yang menerjang Teluk Pacitan.

Tsunami ini dilaporkan menelan korban jiwa beberapa awak kapal Ottolina yang saat itu sedang berlabuh. Dari 13 orang awak kapal tersebut, hanya 11 orang saja yang terselamatkan.


(SAN)