Dua Desa di Sumenep Mencari Air ke Kecamatan Lain

Rahmatullah    •    Rabu, 23 Aug 2017 16:56 WIB
kemarau dan kekeringan
Dua Desa di Sumenep Mencari Air ke Kecamatan Lain
Distribusi air di Kecamatan Saronggi Sumenep – MTVN/ Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Warga Desa Tanah Merah dan Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air, mereka harus rela menempuh jarak puluhan kilometer ke kecamatan sebelah, yaitu Kecamatan Bluto.
 
Kekeringan mulai melanda wilayah tersebut sejak dua bulan terakhir. Sumur yang biasanya mencukupi kebutuhan warga, kini telah mengering. Meski harus menempuh jarak puluhan kilo meter menggunakan motor, mereka tak peduli. Yang penting bisa mendapatkan air dari sumur milik warga kecamatan tetangga.
 
Seorang warga, Sunawiyah, menuturkan untuk mendapatkan air bersih ke kecamatan tetangga tidak gratis, tapi harus beli. Air tersebut diakuinya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci pakaian dan memasak. Meski jarak yang ditempuh sangat jauh dan harus mengeluarkan biaya, dia mengaku tidak jadi persoalan. Yang penting mencuci pakaian dan memasak tidak terkendala.
 
“Sudah lama kekeringan di sini, kira-kira dua bulanan,” katanya, Rabu 23 Agustus 2017.
 
Sunawiyah mengaku bersyukur, karena pemerintah tanggap terhadap keresahan warga terdampak kekeringan dengan mengirimkan air bersih.
 
Hari ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep telah mendroping air bersih ke wilayah tersebut. Hal itu lantaran desa telah mengajukan pengiriman air bersih untuk mencukupi kebutuhan warga. Pantauan di lapangan, puluhan warga antusias menunggu giliran mendapatkan air. Rata-rata mereka membawa jeriken sebagai wadah air.
 
Sementara BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi, menjelaskan desa yang mengajukan pengiriman air bersih pasti direspon. Tapi sebelum mengirimkan air, dia menegaskan akan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal itu untuk mengetahui berapa kepala keluarga yang membutuhan suplai air bersih.
 
“Kita akan droping air sesuai kebutuhan. Misalnya di sini ada lima ratus KK, kita bisa prediksi berapa tangki yang harus kita droping,” jelas Rahman.


(ALB)