Berdiri sejak 2013, Agen Resmi di Pulau Ra'as malah tak Jualan Solar

Rahmatullah    •    Selasa, 18 Jul 2017 19:14 WIB
solar subsidi
Berdiri sejak 2013, Agen Resmi di Pulau Ra'as malah tak Jualan Solar
Ilustrasi nelayan, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Sumenep: Nelayan di Pulau Ra’as, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pendapatan para nelayan pun akhirnya jauh dari harapan.

Fauzi Muhfa, warga setenpat, mengatakan sulit melaut. Ia dan nelayan lain membutuhkan solar untuk melaut.

Di wilayah tersebut sebenarnya sudah berdiri Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) resmi. Tapi sejak dibangun tahun 2013 silam, APMS tersebut belum pernah menjual BBM.

“Nelayan kesulitan mendapatkan solar untuk keperluan pelayaran,” terang Fauzi di Sumenep, Selasa 18 Juli 2017. 

Langkanya BBM tersebut, kata Fauzi, dimanfaatkan oleh pengecer. Pengecer menjual solar dengan harganya cukup tinggi, yaitu Rp8 ribu per liter. Itu pun dengan takaran yang tidak jelas apakah pas 1 liter atau kurang, karena tidak menggunakan pengukur saat menjual.

Selain itu, Fauzi menuturkan bahwa pengecer juga menjual premium di atas harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp10 ribu per liter. Masyarakat terpaksa membeli BBM tersebut meski harga tinggi.

“Masyarakat terpaksa beli BBM ke pengecer, karena kami memang kesulitan mendapatkan BBM tersebut,” jelasnya.

Fauzi dan dua warga Pulau Ra’as lainnya hari ini sebenarnya mendatangi Komisi I DPRD Sumenep. Mereka hendak mengadukan kondisi itu ke anggota dewan. Tapi saat tiba di ruangan yang dituju, tak satu pun anggota dewan yang menemui. Semua anggota di komisi tersebut tidak masuk kantor.

“Kami sebenarnya ingin mengadukan persoalan ini ke anggota dewan. Tapi kami harus menelan kekecewaan, karena tidak ada satu anggota komisi pun yang bisa kami temui,” keluhnya.

Saat dihubungi terpisah awak media melalui sambungan telepon genggam, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Hamid Ali Munir mengaku tidak masuk kantor. Dia beralasan sedang sakit.


(RRN)