Pemkot Malang Rancang Perda Pengelolaan Sampah Baru

Daviq Umar Al Faruq    •    Rabu, 05 Dec 2018 13:51 WIB
sampah menumpuk
Pemkot Malang Rancang Perda Pengelolaan Sampah Baru
Suasana Sungai Brantas di Jembatan Kutho Bedah, Kota Malang.

Malang: Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal merevisi Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah. Perda tersebut bakal diganti karena dinilai sudah tak efektif.

Kabid Bina Kemitraan dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan perda tersebut bakal diganti karena sudah tidak sesuai dengan kondisi Kota Malang saat ini.

"Ada evaluasi pada Perda Nomor 10 Tahun 2010. Hasil evaluasinya yakni ada perubahan 50 persen lebih, artinya ganti baru, bukan revisi," kata Rahmat.

Perda Kota Malang Nomor 10 Tahun 2010 Pasal 26 Ayat 1 huruf d menyatakan setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan; (diantaranya membuang sampah di sungai, saluran, membuang sampah dari kendaraan dan pembuangan-pembuangan pada tempat lainnya selain yang telah ditentukan dan yang disediakan).

Pelanggaran dari pasal tersebut, dapat dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp100 ribu dan penjara maksimal satu minggu. Namun penegakan Perda ini nampaknya masih belum dilakukan karena hingga kini masih banyak oknum masyarakat yang membuang sampah ke sungai. 

Rahmat menjelaskan rencana pergantian Perda itu bakal disesuaikan dengan perkembangan dan peraturan perundang-undangan terkini. Yaitu, terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 81 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 97 Tahun 2017. 

"Dalam Ranperda baru nanti akan dipertegas kegiatan antara Pemda dengan masyarakat. Contoh partisipasi antara sumber. Di Perda selama ini tidak ada bahasa kayak gitu. Masih kabur. Kita pertegas agar masyarakat tidak bertanya-tanya nantinya," bebernya.

Selain itu, Perda baru nantinya juga akan lebih memfungsikan camat serta lurah untuk memberikan partisipasi dan binaan kepada masyarakat. Kedua pejabat tersebut dituntut untuk melatih masyarakat peduli kebersihan dengan turun langsung ke lapangan.

Selain itu, Gerakan Bawa Kantong Belanja dari Rumah juga akan dimasukkan dalam Perda baru tersebut. Gerakan yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik diharapkan mampu mengurangi produksi sampah hingga 30 persen.

Gerakan tersebut tak hanya untuk masyarakat namun juga bagi para pengusaha. Pemilik usaha nantinya dihimbau agar tidak menggunakan kantong plastik saat melayani konsumen sehingga target yang diharapkan dapat terwujud maksimal.

Sebelumnya diberitakan, sampah plastik menumpuk di pinggir aliran Sungai Brantas, tepatnya di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur. Masih banyak warga yang membuang sampah padahal pemerintah daerah telah memasang kamera CCTV di sekitar sungai.

Yono, warga Muharto, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, mengeluhkan sampah yang menumpuk di bawah Jembatan Kutho Bedah. Jembatan membentang di Sungai Brantas.

"Banyak yang buang sampah, tapi bukan warga sini," kata Yono di Muharto, Selasa, 4 Desember 2018.


(ALB)