Polrestabes Surabaya Ungkap Sindikat Narkoba dari Tiongkok

Amaluddin    •    Rabu, 10 Oct 2018 20:11 WIB
narkobasabu
Polrestabes Surabaya Ungkap Sindikat Narkoba dari Tiongkok
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, saat merilis sindikat narkoba dari Cina di Mapolrestabes Surabaya. (Medcom.id/Amal).

Surabaya: Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, berhasil mengungkap sindikat narkoba dari Tiongkok. Pelaku ditangkap Unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya di depan ATM BCA Deltasari, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa, 2 Oktober 2018.

"Pelakunya ada dua orang, yang keduanya masih ada hubungan saudara," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, di Mapolrestabes Surabaya, Rabu, 10 Oktober 2018.

Kedua pelaku pengedar sabu itu adalah Amir Muklis, 41, warga Jalan Ahmad Yani Sidoarjo dan Muhammad Mahid, 19, warga Jalan Hasanudin Pasuruan. Dari tangan kedua pengedar tersebut, petugas menyita narkoba jenis sabu seberat 6,1 kilogram (kg).

"Amir Muklis ini adalah seorang residivis narkoba yang pernah ditangkap pada tahun 2004. Saat itu dia divonis 15 tahun penjara di Lapas Nusakambangan. Keduanya ditangkap saat hendak menjual sabu," kata Luki.

Setelah berhasil menangkap kedua pelaku, lanjut Luki, kemudian polisi melakukan pengembangan dengan membawa Amir ke rumahnya di kawasan Waru, Sidoarjo. Di rumah itu, polisi menemukan 6,1 kg sabu. "Sabu itu ditemukan di dalam sebuah koper yang dikemas ke dalam 42 paket plastik," ujarnya.

Menurut keterangan pelaku, sabu itu berasal dari Tiongkok dan masuk melalui Riau melalui jalur laut. Kemudian barang haram itu dibawa ke Surabaya melalui jalur darat. "Saat pengiriman jalur darat, pengiriman terputus alias beda kurir atau menggunakan beda orang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, menambahkan bahwa kedua tersangka mengaku sebagai kurir. Keduanya dijanjikan akan menerima upah sebesar Rp10 juta dalam sekali menerima perintah mengedarkan.

"Dari kediaman pelaku, selain sabu, juga berhasil disita 1 buah tas koper, 1 buah timbangan besar, 1 buah handphone dan 1 buah ATM," kata Rudi.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) dan ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus tersebut," katanya.


(ALB)