Pemerintah Indonesia Didesak Putus Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

Amaluddin    •    Selasa, 05 Sep 2017 16:29 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Pemerintah Indonesia Didesak Putus Hubungan Diplomatik dengan Myanmar
Ratusan massa gelar aksi peduli Muslim Rohingnya. Foto: MTVN/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Ratusan demonstran dari beragam agama di Surabaya mendesak pemerintah Indonesia memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar. Mereka menilai konflik Rakhine sebagai kejahatan kemanusiaan yang harus dilawan bersama.

"Agama tidak mengajarkan penindasan. Semua agama mengajarkan kebaikan. Apa yang terjadi di Myanmar, itu jelas penindasan terhadap umat manusia," kata Roy Sidharta, umat Budha yang ikut aksi dukungan penuntasan konflik negara bagian Rahikne di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa 5 September 2017.

Berita terkait: Sesuai UU, Polda Jateng Larang Aksi #SaveRohingya di Borobudur

Perwakilan ormas Islam Muhammadiyah daerah juga menyampaikan hal senada. Pemerintah Indonesia juga diminta segera memberikan tekanan pada PBB agar turt campur di konflik Myanmar.

"Kalau tidak ada aturan ke luar negeri, mungkin kami sebagai umat muslim, sudah jihad ke sana. Kami hanya warga sipil, maka kami berharap pada pemerintah Indonesia," kata Yahya, Ketua PC Muhamadiyah Sukomanunggal, Surabaya.

Klik: Akar Konflik Rakhine State tak Hanya Agama

Dia mengakui Indonesia akan sulit untuk memengaruhi banyak PBB. Namun untuk memutus hubungan diplomatik, merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan Indonesia.

Aksi yang diikuti ratusan orang ini, turut diikuti anak-anak dan ibu-ibu. Demonstrasi ini dilakukan di depan gedung negara Grahadi, Surabaya. Beragam poster berisi kecaman terhadap kekejaman militer Myanmar dibentangkan peserta aksi.

 


(SUR)