Mendagri Minta Pesantren Jatim Ajak Warga Gunakan Hak Pilih

Amaluddin    •    Sabtu, 07 Oct 2017 14:47 WIB
pilkada serentakpilgub jatim 2018
Mendagri Minta Pesantren Jatim Ajak Warga Gunakan Hak Pilih
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. Foto: MTVN/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Pesantren memiliki peran besar dalam mendidik masyarakat Indonesia. Karena itu, pesantren se-Nusantara harus turut berperan dalam memberikan pendidikan politik. Terutama dengan mengajak masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengimbau pengurus dan anggota Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) ikut serta berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar tidak golput. Termasuk dalam Pilkada Serentak di Jawa Timur pada 2018.

"IPI harus berperan agar setiap pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah membantu agar masyarakat menggunakan hak pilihnya," kata Tjahjo, usai menghadiri pelantikan pengurus IPI Jatim periode 2016-2021 di Surabaya, Jumat malam 6 Oktober 2017.

IPI memiliki peranan nyata bagi pembangunan maupun kemajuan Bangsa Indonesia. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

Dengan menggunakan hak pilih, diharapkan pemimpin yang berkualitas dan amanah sesuai pilihan rakyat bisa dicetak karena dipilih secara langsung oleh warganya. Biaya besar pun layak dikeluarkan demi munculnya pemimpin pilihan rakyat yang berintegritas, amanah serta mampu memeratakan pembangunan.

"Kami juga meminta IPI berperan dalam menjaga solidaritas dan konsolidasi umat di seluruh Indonesia sehingga tercipta suasana aman, nyaman dan damai dalam bermasyarakat maupun bernegara," tambah politikus PDI Perjuangan ini.

Ketua Umum DPP IPI Zaini Ahmad mengaku, anggota dan santri selama ini terus mendukung demokrasi di Indonesia. "Sebenarnya IPI tidak berpolitik. Di Pilkada Jatim, IPI berharap pemimpin jujur dan berpihak kepada rakyat. Dari beberapa kandidat layak semua. Kita kembalikan kepada pesantren mana yang layak untuk dipilih," ujarnya.

Tak hanya di bidang politik, IPI di Jatim maupun di Indonesia sangat diharapkan perannya untuk meningkatkan kualitas santri, di antaranya di bidang ekonomi, pariwisata maupun pengembangan teknologi informasi.

"Di bidang ekonomi, kami akan ada pameran produk santri tingkat internasional yang bekerja sama dengan Kementerian BUMN. Kemudian pengembangan wisata oleh santri. Hingga digital pesantren yang kami terapkan nantinya di seluruh Indonesia," katanya.

Di sisi lain, proses pelantikan yang berakhir hingga hampir tengah malam tersebut juga dihadiri mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang berkesempatan memaparkan wawasan kebangsaan di hadapan ratusan santri.


(SUR)