Pernyataan Kepala BNN Cambuk bagi Perbaikan Lapas

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 11 Oct 2017 15:22 WIB
narkoba
Pernyataan Kepala BNN Cambuk bagi Perbaikan Lapas
Kepala Kantor Wilayah Depertemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur, Susy Susilawati,

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kritikan keras dilontarkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso soal jaringan narkoba dalam penjara. Sipir dan petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) disebutnya main mata.

Kepala Kantor Wilayah Depertemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur, Susy Susilawati, angkat bicara. Dia menganggap apa yang disampaikan oleh orang nomor satu di BNN sebagai cambukan untuk berkaca.

Pihaknya sudah bekerja keras untuk memberantas narkoba jaringan lapas. Mereka yang kongkalikong dengan pengedar barang terlarang itu, tak bakal lepas dari sanksi tegas.

"Kami sudah bekerja keras untuk memberantas narkoba dalam Lapas. Siapapun yang melakukan kesalahan, silahkan ditindak tegas sesuai UU yang berlaku," ungkap Susy Susilawati saat pisah sambut Kalapas Sidoarjo, Rabu 11 Oktober 2017.

(Baca: Petugas Lapas Terjerat Narkoba Akibat Pengaruh Lingkungan)

Semua sama di mata hukum. Pernyataan Budi Waseso, harus jadi motivasi bagi jajarannya agar bisa membuktikan bahwa jajarannya tidak seperti itu.

"Ini bisa memotivasi kita, supaya bisa membuktikan bahwa kita enggak seperti itu," tegasnya.

Fenomena peredaran narkoba dalam lapas tak hanya sekali dua kali terdengar. Menurutnya, ada ketidakseimbangan antara jumlah penghuni lapas dan petugas jaga.

"Ini bukan membela diri, sudah saya sampaikan beberapa kali, antara jumlah penghuni dan petugas yang ada didalam lapas memang tidak seimbang," katanya.

Satu orang petugas jaga bisa menjaga 270 narapidana.  Apalagi, teknologi untuk mendeteksi penyelundupan narkoba di dalam lapas terbatas.

"Tapi, bukan berarti kami diam, siapapun yang terindikasi dengan peredaran itu sudah banyak yang ditindak tegas," tandasnya.

 


(SUR)