Pilgub Jatim Ketat Jika Khofifah Gandeng Emil Dardak

Amaluddin    •    Rabu, 25 Oct 2017 06:20 WIB
pilkada serentakpilgub jatim 2018
Pilgub Jatim Ketat Jika Khofifah Gandeng Emil Dardak
Bupati Trenggalek Emil Dardak. Foto: MI/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Surabaya: Pilgub Jawa Timur 2018 bakal ketat, seru dan berkualitas jika Khofifah Indar Parawansa menggandeng Bupati Trenggalek Emil Elistyanto Dardak. Perlawanan sehat melawan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Azwar Anas yang juga pemimpin terbaik partai di Jatim, bakal adu kuat di sisi kualitas.

"Ini juga sejalan dengan tugas parpol untuk menyediakan regenerasi kepemimpinan bagi masyarakat. Tentu akan dicatat sebagai sumbangsih parpol terhadap masyarakat," kata Mochtar, dikonfirmasi, Rabu 25 Oktober 2017.

Namun, kata dia, keinginan masyarakat tersebut seringkali berlawanan dengan ego parpol. Sehingga, Mochtar menganggap, wajar jika parpol menghambat kadernya yang lain agar bisa menang dengan mudah dan tak memecah suara.

(Baca: Khofifah Dinilai Cocok dengan Bupati Trenggalek)

"Misalnya, PDIP berusaha mencegah Emil maju di Pilgub Jatim itu hal yang wajar. Sebab PDIP sudah memutuskan mengusung pasangan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas," ujarnya.

Kekuatan pasangan Gus Ipul-Anas akan imbang jika Khofifah berpasangan dengan Emil. Namun, lagi-lagi faktor penentu pertarungan politik bukan elektabilitas dan figur calon, melainkan 'dalang' atau king maker di balik pasangan calon.

Emil Dardak sendiri sempat dipanggil Megawati Soekarnoputri untuk mengetahui kondisi Jawa Timur sebelum mengusung Gus Ipul-Azwar Anas. Lain cerita lagi bila partai lain mengambil tindakan.



"Kalau Demokrat jadi ikut mengusung Khofifah-Emil, pasti Soekarwo alias Pakde Karwo, SBY maupun AHY akan ikut turun membantu, sehingga suara wilayah Mataraman relatif aman," katanya.

Sebaliknya, pasangan Gus Ipul-Anas untuk bisa memenangkan kontestasi Pilgub Jatim harus menambah variasi strategi. Bukan hanya fokus pada wilayah kultur 'kehijauan' identitas Nahdlatul Ulama

"Perlu merambah wilayah-wilayah yang menjadi basis suara nasionalis yang selama ini didominasi PDIP. Nah, Jurkam Gus Ipul-Anas yang bisa menjadi vote getter tinggal pada Tri Rismaharini dan Megawati," ujarnya.

(Baca: Emil Dardak Mengaku belum Dilamar untuk Dampingi Khofifah)

Senada juga disampaikan pengamat politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Faza Dora Nailufar. Fenomena antar-parpol berusaha menghambat kompetitor itu hal yang wajar. Pasalnya, berdasarkan hasil survei, Cagub Gus Ipul dan Khofifah relatif berimbang. Penentunya ada di sosok Cawagub yang dipilih menjadi pasangan.

"Sosok yang dapat mengimbangi popularitas Anas sebagai cawagub adalah Emil Dardak. Sebab dia sama-sama muda, kepala daerah yang berprestasi dan selebritasnya tinggi, sehingga bisa menjadi vote getter," kata Dora.

 


(SUR)