Warga Sumenep Diimbau Waspada Banjir Kiriman

Rahmatullah    •    Selasa, 14 Nov 2017 16:26 WIB
banjirbencana banjir
Warga Sumenep Diimbau Waspada Banjir Kiriman
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Sumenep: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengimbau warga mewaspadai banjir kiriman. Debit air di hilir sungai yang tak terkena hujan bisa mendadak meluap jika hulu diserbu hujan lebat.

Warga diminta tidak beraktivitas di dekat sungai selama musim hujan ini. "Aktivitas di hilir sungai bisa berakibat fatal bagi warga sendiri," kata Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Selasa 14 November 2017.

Dia tak ingi ada warga terseret banjir. Sebelum kejadian itu menimpa warga Sumenep, dia berharap warga menghindari aktivitas di hilir sungai.

Banjir rob berpotensi terjadi di delapan titik selama musim hujan. Antara lain di pesisir Kecamatan Kalianget, Saronggi, Bluto, Pragaan, Pasongsongan, Dasuk, Batuputih, dan pesisir Kecamatab Batang-batang. Pesisir kepulauan juga disebut berpotensi bencana yang sama.

"Banjir rob ini disebabkan air laut yang naik ke permukaan. Ini juga perlu diwaspadai warga," katanya.

Di antara delapan titik itu, tutur Rahman, titik di sepanjang pesisir Desa Kalianget Timur hingga Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget juga berpotensi abrasi. Di lokasi itu, bibir pantai sangat mudah tergerus air laut ketika sedang pasang.

Rahman mengajak warga memerhatikan lingkungan sekitar pesisir, sehingga potensi banjir rob dan abrasi tersebut terkendali. Yang bisa dilakukan warga, saran dia, adalah menanam pohon mangrove. Dia yakin pohon mangrove mampu menangkal terjadinya banjir rob dan abrasi.

"Dalam mengupayakan ini, perlu kesadaran kolektif dari semua unsur," ungkap Rahman.

Mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep itu bersyukur ada warga yang jadi relawan dalam melakukan antisipasi bencana tersebut. Relawan itulah yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan laut. Relawan tersebut sudah dibekali kemampuan melalui pelatihan, sehingga tahu cara bertindak di lapangan.


(SUR)