Pabrik Keripik Tempe di Malang Terbakar, Lima Pekerja Tewas

Bagus Suryo    •    Rabu, 04 Oct 2017 19:44 WIB
kebakaran
Pabrik Keripik Tempe di Malang Terbakar, Lima Pekerja Tewas
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Malang: Industri rumahan keripik tempe di Jalan Raya Candi V, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, terbakar Rabu 4 Oktober 2017. Dalam peristiwa nahas itu, lima pekerja tewas.

Kebakaran bermula dari tumpahan minyak tiner selanjutnya menyambar penggorengan hingga terjadi ledakan. Kebakaran pun tak bisa dihindari saat tujuh orang pekerja sedang sibuk bekerja di tempat usaha itu.

Saat api membakar ruangan penggorengan, dua orang pekerja yakni Taufiq dan Yudi berlari menyelamatkan diri keluar ruangan sehingga hanya mengalami luka bakar ringan.

Sedangkan lima pekerja lainnya tewas di tempat kejadian. Mereka tewas lantaran berniat menyelamatkan diri dari kobaran api dengan bersembunyi di gudang, justru seisi gudang juga ludes terbakar.

Tim gabungan terdiri atas PMK, PMI, BPBD dan relawan sudah memadamkan api sekaligus mengevakuasi korban. Adapun korban meninggal masih diidentifikasi di kamar mayat Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang untuk selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga masing-masing.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Malang menyebutkan detail lima korban tewas yaitu Suwarno atau Ableh, 38, dan Ningsih 40, warga Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang ; Sarmin,49, Sri Ismawati,21, dan Ani Fatul Sarah, 22, warga Desa Kucur dan Petungsewu Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Adupun yang luka bakar ringan yakni Taufik Nur Hidayat, 27, warga Raya Candi Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan Yudi,35, warga Desa Karangtengah, Kecamatan Dau, Kabupatan Malang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Hartono mengatakan, petugas reaksi cepat tanggap darurat bencana sudah dikerahkan untuk membantu memadamkan api sekaligus mengevakuasi korban. Pascakebakaran itu, pihaknya siap menyalurkan bantuan kepada korban.

"Kami segera memberikan bantuan kepada korban. Bantuan bukan dalam bentuk uang, tapi berupa pakaian, peralatan memasak, dan bahan pokok," katanya.


(ALB)