Penyelundupan Sabu 2,4 Kg Lewat Bandara Djuanda Digagalkan

Syaikhul Hadi    •    Selasa, 03 Apr 2018 12:43 WIB
sabu
Penyelundupan Sabu 2,4 Kg Lewat Bandara Djuanda Digagalkan
Dua penyelundup sabu di Bandara Juanda, Jawa Timur. (Medcom.id/Syaikhul Hadi)

Sidoarjo: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda menggagalkan penyeludupan sabu sebanyak 2,4 kilogram. Sabu diselundupkan oleh warga negara asing (WNA) Nguyen Thank The He, 25, asal Vietnam dan tenaga kerja wanita (TKW) Novita Habiba, 29, asal Pamekasan, Madura.  

Nguyen ditangkap saat mendarat di Terminal Bandara Internasional Juanda dengan pesawat Jetstar (3K 249) rute penerbangan Singapura-Surabaya pada Senin, 19 Maret 2018, sekitar pukul 20.30 WIB. 

"Petugas curiga terhadap koper yang dibawa penumpang tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan X-Ray, petugas menemukan kristal putih yang diduga sabu," ujar Kepala KPPBC, Budi Harjanto saat merilis tersangka, Selasa, 3 April 2018. 

Dari pemeriksaan, petugas menyita sekitar 1.175 gram sabu yang disembunyikan di alas koper. Dari pengakuasn Nguyen, koper berisi sabu itu adalah pemberian teman yang ditemui di Bangkok, Thailand, sebelum menuju Surabaya. 

"Untuk tersangka asal Vietnam ini, kami serahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim untuk pengembangan lebih lanjut," katanya. 

Sementara itu, Novita ditangkap saat mendarat di Terminal Bandara Internasional Juanda Surabaya yang mendarat menggunakan pesawat Air Asia (XT-321) rute penerbangan Kuala Lumpur Malaysia-Surabaya pada Kamis, 22 Maret 2018. 

"Dari hasil pemeriksaan petugas, terdapat sabu sebanyak 1.240 gram yang diselipkan di rongga dinding kardus. Dan hasilnya positif mengandung methampethamine," tambah Budi. 

Novita mengaku sabu tersebut titipan temannya di Malaysia. Novita diberi fee Rp30 juta. Kini Novita diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sidoarjo. 

Akibatnya, tersangka dijerat dengan Pasal 113 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika (Methampethamine) dengan ancaman pidana 20 tahun atau seumur hidup dan denda Maksimum Rp10 Miliar. 

Mereka juga dijerat UU Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, pidana paling lama 10 tahun dengan denda Rp5 miliar. 


(LDS)